Rabu, 23 Oktober 2019

Keripik Pisang Goroho Dongkrak Ekonomi Kreatif di Mitra

PANGU, (manadoterkini.com) – Untuk meningkatkan kehidupan ekonomi keluarga, Ibu Nortje Sualang-Kountur telah mengeluti keripi pisang goroho. Bersama kedua rekan kerjanya yakni Aneke Kawuwung –Lapian dan Yanti Kanter –Kaparang, ibu dua anak tersebut telah mengeluti selama dua tahun terakhir.

Ekonomi kreatif seperti ini harusnya menjadi perhatian pemerintah daerah. Apalagi program Presiden Jokowi mengerahkan ekonomi kreatif dari masyarakat seperti ini untuk mendongkrak perekonomian nasional. “Usaha seperti ini sangat membantu serta menunjang perekonomian keluarga,” kata Ibu Nortje

Selain usaha keripik pisang ibu Nortje juga memiliki usaha kripik ketang-ketang (istilah orang mitra), dengan peralatan sederhana dan tradisional. “Usaha ini sudah berdiri kurang lebih 2 tahun,”akunya kepada manadoterkini.com.

Usaha ibu Nortje ini mampu memproduksi tiga ratus bungkus setiap harinya. Untuk setiap bungkusnya dinilai seharga Rp 5000,-/bungkusnya. Begitu juga kripik ketang-ketang /bungkusnya berisi.

Untuk diketahui usaha ibu Nortje ini awalnya hanya memodalkan Rp 200.000,-saja, yakni dengan cara membeli pisang hasil dari pertanian kebun warga masyarakat sekitar setiap harinya.

Dengan modal ketekunan kesabaran dan kerja keras ibu Nortje usaha ini berkembang. Sedangkan sistem penjualannya masih bersifat jualan sendiri dan mengantarkan kesetiap yang mana menjadi langganannya.

Dengan demikian yang menjadi kendala adalah dalam pemasarannya untuk lebih luas belum memilki izin depkes.

Harapan bagi pemerintah selain dapat memberikan bantuan buat usaha juga dapat memberikan kemudahan izin depkes. Dengan demikian harapan kedepan untuk lebih maju dan lebih berkembang, bagi masyarakat atau bapak ibu yang berminat dan mau berlangganan bisa menghubungi Kripik Pisang Goroho “Tasya” di cp: 087846387730, Alamat Desa Pangu Dua, Jaga 4 Kecamatan Ratahan Timur Minahasa Tenggara.(mol)

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*