Senin, 9 Desember 2019

Debat Publik, Tiga Paslon Walikota dan Wawali Tomohon Tampil Memukau

Debat PublikTOMOHON, (manadoterkini.com) – Tiga pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Tomohon tampil memukau dalam debat publik yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Auditorium Bukit Inspirasi, Sabtu (17/10) kemarin.

Dimana akademisi Unsrat Dr Cornelius Tangkere SH MH, bertindak selaku moderator membanginya dalam enam sesi yang intinya setiap paslon memaparkan kesejahteraan masyarakat kaitan dengan visi-misi mereka.

Paslon Jhonru-VoP menekankan tentang pendidikan karakter spesies dan kantin kejujuran sejak usia dini. Sedangkan kaitan dengan Tournament of Flower harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat lewat produksi bunga ke luar daerah.

“Untuk pengawasan fungsional harus patuh pada aturan sebagai kewajiban serta menyelesaikan persoalan daerah. Sebagai daerah religius berbudaya harus terus menjaga sejarah budaya Minahasa dan bersama-sama membangun masyarakat yang berbudaya sehingga kesejahteraan rakyat meningkat,”ungkap paslon nomor urut 1 (satu) tersebut.

Sementara itu paslon nomer urut 2 (dua) Jimmy Feidie Eman – Sherly Adelyn Sompotan kaitan visi dan misi sebagai warga negara yang baik harus taat dan sadar hukum. Dimulai dari diri sendiri layaknya seorang pemimpin yang anti korupi. “Melanjutkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat karena Walikota dan Wakil Walikota merupakan satu paket, peningkatan produktivitas sektor pertanian untuk kesejahteraan rakyat,” terang pasangan Emas.

Sedangkan pasangan nomer urut 3 (tiga) Linneke Sherly Watoelangkow – Ferdinan Mono Turang, debat sesi II ini menekankan Sinergitas bersama penegak hukum untuk anti korupsi. Pemerintah yang baik harus menjalankan pengolahan administrasi dengan benar The Righ Man The Righ Job. Memperhatikan masyarakat yang kurang mampu, melindungi masyarakat dari persoalan kemasyarakataan. Setiap pejabat harus loyalitas pada sumpah dan janji. Revitalisasi Perusahan Daerah Air Minum dan Pasar sehingga dapat berdampak kepada kemakmuran rakyat. Patuh pada aturan sebagai kewajiban. Pajak untuk pembangunan masyarakat sehingga kedepannya kesejahteraan rakyat terus terjaga dengan menanamkan budi pekerti baik untuk dikenang anak cucu,” urai pasangan nomor urut tiga.

Debat publik ini dihadiri para tokoh rohaniawan, Panwas Kota Tomohon Rita kambong, Danramil Feky Welang, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Tomohon Wielke Rabeta, Sh, Kapolres Tomohon MMZ Simanjuntak, SIK didampingi Wakapolres Alkat Karouw, Kaban Kesbangpol Paulus Roring, Anggota Dewan Pit Pungus.(efd/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*