Selasa, 22 Oktober 2019

Polres Minsel Segera Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Siswanto

AMURANG, (manadoterkini.com) – Setelah Polres Minahasa Selatan (Minsel) mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi dan lima pelaku pembunuhan terhadap mahasiswa Unima semester akhir yakni Siswanto Nurhamidin (27) warga Lahendong Kota Tomohon. Dalam waktu dekat ini Polres Minsel akan segera melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh kelima tersangka. Hal ini disampaikan Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Minsrl AKP AKP Syaiful Wahcid SIK.

Menurut Wahcid, dalam waktu dekat akan melakukan rekonstruksi, terkait bagaimana kelima pelaku menghabisi nyawa korban. Para pelaku diantaranya ST,SS, BS UN dan OL. “Kami sudah menyiapkan alat bukti maupun keterangan terpisah dari masing-masing pelaku yang akan dijadikan dasar dalam melakukan rekonstruksi. Mungkin dalam waktu dekat rekonstruksi akan dilakukan,” ujar Wahcid.

Lanjut Dia menjelaskan, untuk sementara motif pembunuhan dikarenakan hutang-piutang dan para tersangka ingin menguasai atau mencuri mobil Ertiga milik korban. “Salah satu tersangka memiliki utang sekitar 24 juta kepada korban,” jelasnya.

Selain itu tersangka lain berupaya untuk menguasai kendaraan mobil ertiga milik korban. Belakangan mobil tersebut diduga dijual oleh tersangka kepada salah satu warga Amurang, dengan harga sekitar Rp 20 juta saja.

Sementara itu, pihak kepolisian sudah melakukan police line di rumah milik salah satu tersangka di Kelurahan Uwuran Kilo Dua Amurang. Diberitakan sebelumnya, diduga di rumah itu, 11 Februari Silam, korban dieksekusi dengan disuguhi minuman kopi panas dicampur potas. Setelah pingsan korban diduga belum langsung tewas, dan diduga salah satu tersangka sempat menganiaya korban hingga tewas.

Awalnya kelima tersangka yang sudah berkonspirasi ini, berencana mengubur korban di Kelurahan Uwuran Kilometer Dua. Namun saat itu ada warga yang sempat curiga dan mereka mengurungkan niat. Akhirnya para tersangka memilih membawah jasad korban ke Desa Liningaan Kecamatan Tompasobaru. Sebelum diantar, mayat korban dititip di kamar mandi di Kelurahan Uwuran, nanti keesokan harinya baru diantar ke Desa Liningaan dan dikubur didapur rumah milik salah satu tersangka. Setelah 10 bulan di kubur, akhirnya korban ditemukan Mike Mokodongan pada Rabu (21/10) lalu.

Setelah pengembangan polisi akhirnya memeriksa seorang perempuan berinisial SS alias Shela bersama pacarnya SP alias Ewai warga Tomohon. SS akhirnya mengakui terlibat pembunuhan terhadap terhadap korban. SS juga mengakui pembunuhan tersebut sudah direncanakan sejak bulan Desember 2014 dengan melibatkan BS alias Ben oknum pensiunan polisi warga Amurang, HS alias Hendrik alias Ungke, SP alias Ewai dan OG alias Olla. Hanya saja rencana pembunuhan terhadap korban Siswanto baru terlaksana pada bulan Februari 2015. Korban diduga dibunuh pada Selasa (10/2), di Kelurahan Uwuran Dua Kecamatan Amurang kemudian dikubur di Desa Liningaan Tompasobaru dalam upaya menghilangkan jejak dan barang bukti.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*