Jum'at, 18 Oktober 2019

Gerakan Bersih Kuala, Mendagri Suport Sumarsono

kumolo SumarsonoSULUT, (manadoterkini.com) – Suport Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, terhadap Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono yang menggagas program Gerakan Bersih Kuala (GeBeKa) dibuktikan dengan mengarungi DAS Tondano, dari Sungai Maumbi hingga Jembatan Kairagi, Manado.

“Saya menyambut baik acara ini, karena sejak awal Sulut khususnya kota Manado, Minahasa dan kota-kota lain di Bumi Nyiur Melambai sudah menjadi daerah tujuan wisata. Untuk itu harus di wujudkan semangat gotong royong membersihkan lingkungan dan sungai,” ujar Mendagri.

Karena itu Kumolo mengajak, semua stakeholders di Sulut terus bangun semangat gotong royong san kebersamaan, sehingga akam mempercepat kebersihan sungai, pantai dan juga jalan. “Sungai yang mengalir ke laut harus di jaga bersama, termasuk masalah kebersihannya,” kata Kumolo.

Selain Gerakan Bersih Kuala (GeBeKa), Mendagri bersama Penjabat Gubernur dan unsur Forkopimda Sulut mencanangkan Program Maji Jo Ka Manado, Gerakan Sulut Menanam (GSM) dan Gerakan Sulut Berkarya, yang ditandai dengan pemukulan tetengkoren dan penyerahan bantuan dua unit kendaraan truk sampah dari Pemprov kepada Pemkot Manado serta penyerahan bak sampah bagi SD dan SMP Maumbi yang diserahkan langsung oleh Mendagri didampingi Gubernur Sumarsono.

Pada kesempatan itu Gubernur telah menyatakan, gerakan ini diikuti sampai di tingkat Desa, Kelurahan dan Kecamatan, di Kabupaten/Kota se-Sulut. “Ini merupakam kesiapan kita sekaligus menyambut Program Mari Jo Ka Manado, sembari tak lupa menyampaikan terima kasih atas kehadiran Pak Mendagri membuka acara dan pencinta lingkungan serta media masa yang terus mendukung program-program tersebut,”ungkapnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut Drs Sanny Parengkuan MAP sekalu Ketua Panitia melaporkan, GeBeKa yang dilakukan Pemprov Sulut, secara serentak dilakukan di tiga sungai yaitu DAS Tondano, DAS Sawangan dan DAS Sario.

“Kegitan ini mendapat dukungan dari semua unsur masyarakat mulai dari TNI/Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, serta LSM peduli lingkungan. Sedangkan tujuannya Parengkuan, katakan, tercapainya kualitas air sungai yang baik sehingga dapat meningkatkan fungsi sungai dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan,” tandas mantan Kadis Perindag ini.

Turut hadir Sekprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan, dan pejabat Sipil dan TNI/Polri.(alf/tim)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*