Selasa, 15 Oktober 2019

Semburan Lumpur di Lokasi Pengeboran PGE Lahendong Mengawatirkan

semburan semburan semburanTOMOHON, (manadoterkini.com)-Semburan lumpur yang disertai uap panas di lokasi pengeboran panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong Desa Tondangow Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon, mulai mencemaskan dan menakutkan warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut.

Pada umumnya mereka khawatir akan seperti musibah Lumpur Lapindo Sidoarjo di Propinsi Jawa Timur (Jatim). Pasalnya sejak muncul pertama kali pada 30 November 2015 lalu, hingga kini semburan uap panas bercampur lumpur tersebut tak kunjung berhenti. Sementara pihak PGE sendiri terlihat tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan semburan lumpur tersebut.

“Kami minta pihak Pertamina bertanggung jawab penuh atas musibah tersebut. Kami takut jangan sampai desa kami tenggelam seperti peristiwa Lumpur Lapindo Sidoarjo,” ungkap Welly warga Tondangow.

Ketakutan ini juga diungkapkan Ronny Sepang warga Desa Leilem Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa. Karena jarak semburan dengan Desa Leilem cukup dekat berada di perbatasan Desa Leilem dan Tondangow. Posisi Desa Leilem sendiri di bawa semburan lumpur itu.

“Kami meminta sekiranya pihak terkait segera mengatasi semburan lumpur itu, warga harus diberi jaminan agar lumpur itu tidak akan membahayakan warga sekitar terutama di Desa Leilem,” ujarnya

Pihak PGE sendiri, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengakui adanya semburan uap panas bercampur lumpur tersebut. “Semburan itu tidak jauh dari Klaster 24. Tapi itu manifestasi alam,” ujar Humas PGE Lahendong Julian Lendeng di damping Dimas Wibisono.

Dikatakannya, pihak PGE sudah mengambil tindakan dengan pengamatan dan penyelidikan komprehensif . Semburan itu pun masih diobservasi dan tidak ada gas yang berbahaya. “Semburan itu terjadi di lahan warga berjarak sekitar 20 meter dari batas lahan Klaster 24. Kami pun melakukan observasi di sumur tersebut,” ungkapnya.(efd)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*