Sabtu, 20 Juli 2019

Sambut Masyarakat Ekonomi Asean, Sulut Harus Bisa Bersaing

MTerkini.com, SULUT - Memasuki era Globalisasi dan arus kompetisi antar Negara di Kawasan Asia Pasific yang telah di depan mata, utamanya menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016, yang tinggal menghitung hari. Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulut, bekerja sama dengan Ormas Generasi Penerus Pejuang Merah Putih (GPPMP), Korda Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut, Selasa (30/12/2015) menggelar Focus Group Discussion (FGD), Bertajuk ” SDM Sulut dan Kesiapan Final Menapaki Era MEA”.

FGD MEADimana Keynote Speaker yakni Penjabat Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono MDM, sekaligus membuka Forum Diskusi tersebut.

Ketua Umum GPPMP, Jefrey Rawis, SE, dalam kata pendahuluan pada forum tersebut, berharap bahwa Provinsi Sulawesi Utara, jangan kalah dan merasa pesimis dengan negara Asean lainnya. “Keunggulan lokal dan potensi SDA, diantaranya produk2 lokal cukup kompetitif dalam menyambut MEA, yang tinggal menghitung hari,” kata Rawis.

Pj Gubernur Sulut, Dr Sumarsono, MDM dalam arahan, pada forum FGD tersebut, kaitan dengan kesiapan menghadapi MEA, menegaskan bahwa tiga (3) ciri, untuk mengsikapinya dgn tingkat kompleksitas yang semakin tinggi, Pertama para pelaku bisnis dan sektor jasa jangan bermain dengan Single Sector,tapi punya strategi Multi Sector dalam menghadapi Tataran regional menghadapi arus Globalisasi. Kedua : perkembangan arus transformasi dan IT yg semakin cepat, harus serba tanggap serta sigap menghadapi arus Akselerasi. Ketiga. Situasi global yg tak pasti. Butuh Strategic Thinkers, yang butuh peran pemikir2 srategis. Menghadapi turbelensi arus perubahan.FGD MEA

Lebih jauh, dalam paparan dan diskusi, oleh Dr Sumarsono, memberi gambaran akan Kondisi rill, bahwa kemampuan lebih dari aspek SDM, amatlah membutuhkan Skill Power People, yang harus dibekali di setiap lini. “Menjelang Tahun 2016, tantangan di Sektor Jasa Tenaga Kerja, amatlah kompetitif dengan negara tetangga terdekat yakni semisal Filipina yang saat ini hampir menguasai pasokan Naker di beberapa Negara. Karena faktor Skill People Powernya menjanjikan bagi pangsa Pasar pencari kerja. Makanya, Provinsi Bumi Nyiur Melambai Sulut, dan Instansi Disnakertrans haruslah membuat spesifikasi di dalam memenuhi pangsa pasar sektor Naker,” tegas Pj Gubernur yang juga adalah Dirjen Otda Kemendagri RI.

FGD MeaDisisi lain, papar Sumarsono kepada peserta Diskusi agar Kontrol Kedaulatan Politik, haruslah dipertahankan, walau globalisasi mengemuka. Termasuk pertanyaannya sekarang adalah Kedaulatan pangan, agar kita berdaulat dan mandiri. “Berdikari dalam kemandirian, Gaungkan dan perkuat kualitas produk dalam Negeri. Dengan menjalankan revolusi mental, bangun integritas, bangun etos kerja yang ulet, bangun kerjasama dari konsep individual ke konsep gotong royong,” pinta Sumarsono.

Sementara itu dalam kutipan Juru Bicara Pemprov Sulut, Drs Roy RL Saroinsong, SH, pada paparan di Forum tersebut, dalam pengamatan Dr Soni Sumarsono, selama mengemban tugas di Sulut, menilai bahwa potensi SDA, yang luar biasa, amatlah mendukung kesiapan Provinsi di Bibir Pasifik ini untuk menjadi pemain utama. “Sanggup berkompetisi dengan MEA, di Kawasan Regional ASEAN, namun faktor penunjang yakni potensi SDM, perlu sentuhan ekstra, utamanya pada faktor Main Set, dan Skill yang harus punya daya saing dan keunggulan tersendiri,” kutip Saroinsong.(tim)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*