Jum'at, 18 Oktober 2019

Opini WTP Menjadi “Happy Ending” GSVL-Ai Pimpin Manado

Catata Akhir Tahun 2015 

RIAHAN Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengelolah Keuangan (BPK-RI)di Tahun 2015 bisa dikatakan menjadi happy ending tahun pemungkas kepemimpinan GS Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2010-2015. Pasalnya, pesta demokrasi lima tahunan di Kota Manado keduanya masih dalam satu panggung namun tidak berpasangan.

aldiBanyak prestasi dan penghargaan yang raih hingga mengakhiri tugas 8 Desember 2015 lalu. Bahkan yang tak kalah penting adalah 8 program pro-rakyat, yang hingga kini telah menghipnotis warga Ibukota Sulawesi Utara.

“Puji Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya oleh kasih dan kemurahan-Nyalah, serta berkat topangan doa dan dukungan seluruh elemen yang ada, saya dengan Harley A.B. Mangindaan diberi kekuatan dan kepercayaan untuk memimpin jalannya roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kota Manado hingga di akhir masa jabatan kami,” ujar Walikota Pilihan Rakyat ketika memberikan sambutan di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Manado.

Makanya, dalam sambutan GSVL sapaan familiar Lumentut, menuturkan tidak terasa waktu begitu cepat bergulir sejak diberikan amanah untuk membangun Kota Manado tercinta. “Tepatnya pada 8 Desember 2010 dengan berdasar Surat Keputusan Mendagri nomor 131.71/205/2010, saya dan Harley A.B. Mangindaan dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara, S.H. Sarundajang. Sejak hari itu pula, telah terpatri untuk memberikan pengabdian yang sebaik-baiknya untuk menghadirkan Perubahan dan Pembaharuan dengan tetap menjaga keutuhan kepemimpinan dalam satu tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kota manado yang lebih baik,” ungkap GSVL.

Berbagai dinamika telah mewarnai perjalanan dalam upaya untuk membangun Manado menjadi kota yang menyenangkan. Melangkah maju memasuki tahun 2015 yang penuh harapan, ada baiknya mengkilas balik perjalanan yang telah dilewati terutama untuk melihat kembali berbagai keberhasilan yang berhasil ditorehkan bersama, agar terpelihara semangat dan motivasi kerja untuk membangun Manado yang lebe bae.

Setelah dilantik, disadari banyak aspek baik dalam pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat yang perlu segera dibenahi. Pada tahun 2011 beberapa keberhasilan yang telah menjadi bagian di sepanjang perjalanan pembangunan Kota Manado, seperti diantaranya penghargaan Adipura dan penghargaan Kota Sehat, berhasil dipertahankan berkat kerja keras Pemerintah Kota Manado, para pemangku kepentingan pembangunan dan seluruh masyarakat Kota Manado.Untuk Adipura, tahun 2011 menjadi kali ke-5 Manado mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang kebersihan tersebut.

Memasuki tahun 2012, berbagai gebrakan mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Manado. Diawali dengan sebuah suatu gerakan yang diarahkan untuk membangun Aparatur Pemerintah Kota Manado yang profesional dan berdisiplin serta untuk membangun budaya tertib (antri) dan budaya bersih di tengah-tengah kehidupan masyarakat, yakni Tahun Disiplin 2012, selanjutnya Pemerintah Kota Manado melahirkan satu lagi program guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yaitu Program PBL-Mapaluse.

Catatan pencapaian Pemerintah Kota Manado selanjutnya adalah Pemekaran kecamatan baru. Tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2012, dikukuhkan dan diresmikan 2 kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Bunaken dan Kecamatan Tikala. Dengan dimekarkannya 2 kecamatan baru, maka saat ini memiliki 11 Kecamatan.

Pada bulan Oktober 2012, KPK merilis hasil Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK), dimana Pemerintah Kota Manado meraih peringkat II nasional dari 13 pemerintah daerah. Dalam PIAK yang digelar oleh KPK berhasil mendapatkan skor 7,23.

Melebarkan sayap kerjasama dalam rangka mengakselerasi kemajuan pembangunan di berbagai bidang, maka pada tahun 2012 menjalin kerjasama Sister City dengan Kota Liverpool Inggris, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Sister City dengan Lord Mayor Sharon Sullivan di Liverpool. Kerjasama tersebut meliputi bidang pariwisata, kebudayaan, pendidikan pelatihan, lingkungan hidup, kesehatan, olahraga, dan industri perdagangan, serta bidang-bidang lain yang disetujui bersama. Menutup catatan tahun 2012, kembali dianugerahi sebuah penghargaan yaitu penghargaan Program Langit Biru 2012.

Di tahun 2013, meluncurkan program “Brenti Jo Melanggar Aturan” sebagai program berkelanjutan dari Program “Tahun Disiplin 2012” serta bentuk sinergitas dengan program Polda Sulut “Brenti Jo Bagate”. Program lainnya yang menjadi catatan penting awal tahun 2013 adalah sebuah program pro-rakyat yakni Universal Coverage, dimana melalui program ini masyarakat Kota Manado khususnya mereka yang belum mendapatkan layanan asuransi kesehatan, dapat menikmati layanan kesehatan gratis di berbagai Rumah Sakit yang menjadi mitra dalam program dimaksud.

Pada bulan Maret 2013, Pemkot menorehkan keberhasilan yang membanggakan dengan meraih penghargaan LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) tahun 2011. Pemkot dinilai mampu menerapkan sistem akuntabilitas secara terpadu, dan Nilai LAKIP Kota Manado untuk tahun 2011 mengalami peningkatan dibanding 4 tahun sebelumnya.

Pada bulan Juni 2013, kembali menyabet penghargaan Adipura untuk kategori kota besar yang kedua kali. Keberhasilan ini merupakan bukti konsistensi kerjasama dan kerja keras Pemerintah. Prestasi di bulan Juni 2013 masih berlanjut, berhasil meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Tahun Anggaran 2012. Tanpa lelah terus berkreasi dan berinovasi untuk melahirkan terobosan-terobosan baru, maka atas inisiasi dan berkat buah pikir dari berbagai elemen masyarakat, unsur PKK Kota Manado, serta terciptalah suatu karya yaitu Kaeng Manado, yang pada bulan Juli 2013 resmi menjadi kekayaan aset daerah melalui sebuah launching ceremony. Motif Kaeng Manado itu sendiri melambangkan keunikan Kota Manado, dimana didalamnya ada 4 motif seperti rumah ibadah seluruh umat sebagai simbol kerukunan; Terumbu karang (coral reef dan sea shell); Ikan purba Coelacanth yang hidup 40 juta tahun yang lalu sebagaI ikon kota Manado; dan lilin sebagai simbol bahwa kota Manado terbuka bagi siapa yang mau mengikuti aturan main serta rela hancur seperti lilin demi kepentingan bersama. Selain itu terdapat garis zig-zag yang melambangkan Manado sebagai kota pantai, yang kehidupan masyarakatnya penuh semangat dan dinamika.

Pada bulan September 2013, kembali menorehkan prestasi yaitu penghargaan Wahana Tata Nugraha kategori Lalu Lintas Tahun 2013. Piala Wahana Tata Nugraha sendiri adalah Penghargaan Presiden Republik Indonesia kepada Kabupaten/Kota yang memperoleh jumlah nilai tertinggi untuk seluruh penilaian pada indikator yang terkait dengan kinerja penyelenggara lalu lintas dan kinerja pelaksanaan sistem lalu lintas jalan.

Tahun 2014, Pemerintah Kota dianugerahi dengan berbagai penghargaan. Pada bulan November 2014, Walikota dianugerahi penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala sebagai bentuk apresiasi Pemerintah terhadap pelaku pembangunan yang peduli dengan pembangunan di bidang kesehatan.

Program Universal Coverage (UC), pelayanan puskesmas 1×24 jam, kehadiran rabies center, DBD center, TBC center di seluruh puskesmas di Kota Manado yang ditopang dengan keberhasilan meraih 4 kali Kota Sehat berturut-turut, dan 8 kali Piala Adipura menjadi pengungkit yang signifikan untuk mengangkat derajat kesehatan masyarakat di Kota Manado. Berbagai penghargaan di bidang kesehatan menjadi pemicu semangat jajaran Pemerintah Kota untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan kesehatan diantaranya dengan pengadaan ambulans batu untuk tiap-tiap puskesmas. Dengan demikian, berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan diharapkan akan semakin terpenuhi sesuai dengan harapan masyarakat.

Ekspektasi masyarakat akan pelayanan publik yang berkualitas harus betul-brpetul terpenuhi dan hal itu memang menjadi tanggung jawab kami selaku pengemban amanat pembangunan di Kota Manado. Karenanya berbagai terobosan dan inovasi terus kami coba kembangkan, diantaranya melalui jalinan kerjasama dengan lembaga yang kredibel. Salah satunya adalah dengan keikutsertaan Kota Manado dalam program SIPS yang merupakan program kemitraan antara KPK, Pemerintah Kanada dan Cowater International. Buah keikutsertaan program SIPS adalah semakin membaiknya pelayanan publik yang diselenggarakan Pemkot. Kemudian, tepatnya pada HUT ke-4 kepemimpinan saya dan Wakil Walikota Manado, Pemkot dianugerahi penghargaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2014 dengan nilai tertinggi, yakni predikat “B” khusus untuk 11 kabupaten/kota se-indonesia. Penghargaan ini disusul dengan penghargaan PKH Award tingkat Nasional yang diterima oleh Kota Manado sebagai Kota satu-satunya yang meraih penghargaan tersebut. Rangkaian prestasi tahun 2014 ditutup dengan keberhasilan meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dimana Kota ini menjadi Kota dengan sekolah terbanyak mendapatkan penghargaan tersebut.

“Tahun 2015 menjadi tahun terakhir pengabdian saya dan saudara Wakil Walikota,” ujar GSVL waktu lalu. Pada tahun 2015, banyak prestasi yang diraih, dan pembangunan kota Manado. Blue Karpet yang dibangun untuk tempat olahraga dijadikan tempat wisata yang dikunjungi warga. Taman Berkat merupakan salah satu hasil perencanaan dari GSVL, yang mengadakan salah satu kawasan tempat berolahraga, santai serta menikmati hiburan seperti atraksi seni budaya. Dan yang paling membanggakan, selama ini Pemkot Manado belum pernah meraih opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian, nanti di tangan GSVL, Pemkot Manado bisa meraih opini keuangan WTP, dan ini merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas serta kerja tuntas dari para SKPD yang dibantu dukungan masyarakat, sehingga bisa meraih opini WTP. “Semuanya ini saya persembahkan untuk warga Manado, agar kota yang kita cintai ini bisa lebih maju, lebih baik, lebih indah, aman, nyaman serta menjadi Smart City,” urai suami tercinta Prof DR Paula Lumentut Runtuwene MS DEA.

Sementara itu Penjabat Walikota Ir Roy Roring MSi yang menerima tongkat estafet dari GSVL menegaskan akan melanjutkan semua program pembangunan di kota serta memajukan kota ini lebih baik lagi.(***)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*