Selasa, 16 Juli 2019

Korupsi di Nusa Utara Menjamur, Aparat Hukum Ditantang Tuntaskan Kasus

Kilas Balik 2015, Catatan Victor ‘Tato’ Layuk

LayukMARAKNYA kasus dugaan penyimpangan berbandrol ratusan juta hingga milyaran rupiah di Sangihe, Talaud dan Sitaro belum tuntas pasalnya sampai saat ini penanganannya tidak jelas bahkan seperti kasus sarang burung di Kabupaten Kepulauan Sangihe oknum berinisial MT alias Malonusa yang diduga kuat melakukan korupsi malah dibiarkan bebas menghirup udara segar.

Hal tersebut jelas menimbulkan pihak aparat hukum disorot habis habisan oleh sejumlah elemen. Oleh karena iitu pihak aparat hukum ditantang untuk segera menuntaskan kasus tersebut secara terbuka tanpa ada udang dibalik batu.

Hal yang sama pula terjadi di Sitaro berbagai polemik mulai dari tukar guling tanah dan pembangunan bandar udara semua diduga ada permainan yang melibatkan oknum pejabat penting. Akibatnya pihak aparat hukum yang menangani kasus tersebut diminta segera ‘action’ bukan tidur sambil menunggu gunung Karangetang meletus.

Untuk diketahui kasus dugaan penyimpangan di Sitaro kasusnya telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sayangnya setelah dikroscek kasusnya masih dalam daftar tunggu karena terjadi pergantian pimpinan di KPK.

Sementara di Kabupaten Talaud seperti yang dilaporkan ketua forum aktivis Porodisa, Tito Tatoda menurutnya data dugaan korupsi di Talaud sudah dikantonginya tinggal menunggu waktu untuk melaporkan ke pihak yang berwajib. Dikatakannya pula data yang saat ini hampir 90 persen rampung dan dipastikan pada tahun 2016 akan ada oknum pejabat yang akan menghuni hotel prodeo.(tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*