Sabtu, 19 Oktober 2019

Semburan Uap Air Panas Dipertanyakan, Ini Penjelasan PT PGE Lahendong

LahendongMTerkini.com, SULUT – Semburan uap air panas bumi di lokasi objek vital nasional dan sarana cluster 24 yang dikelola oleh PT. Pertamina Geothermal Energi area Lahendong tepatnya di Kelurahan Tondangow, Kota Tomohon yang lagi jadi pembicaraan hangat awal tahun 2016. Humas PT PGE Dimas Wibisono akhirnya memberikan penjelasan kepada wartwan, Selasa (5/1/2016).

Wibisono membeberkan bahwa semburan uap air panas bumi perlu dicermati, munculnya sumber uap panas air ini, dapat kita argumentasikan dari awal, ada dua penyebab yakni penyebab alami atau penyebab operasional PT.PGE.

“Untuk meyakinkan semuanya kami telah mengoperasikan rig, kita geser Rig dari LHD 25 ke LHD 24. fungsinya adalah untuk investigasi sumur LHD 24 karena lokasi yang terdekat dengan munculnya gas uap air panas bumi sumur LHD 24,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, berdasarkan analisis batuan bawah permukaan yang berasal dari sebagian besar sumur-sumur pemboran panas bumi di Lahendong oleh ahli-ahli geologi Universitas Gadjah Mada, jauh sebelum semburan uap terjadi diketahui akibat reservoar sistem panas bumi Lahendong berupa batuan produk gunung api masa lampau yang bersifat solid.

“Kalau berdasarkan pemantauan kadar gas-gas di lokasi semburan oleh PT. PGE hingga saat keterangan ini diturunkan tidak ditemukan gas-gas berbahaya baik dari segi jenis dan kadarnya,” ungkap Wibisono.

Lanjutnya, saat ini semburan uap air panas bumi sudah menurun, mayoritas sudah stabil tidak seperti pada awal. “Sampai saat sudah mencapai 14 titik uap air panas bumi yang kecil-kecil yang keluar. Pertamina akan melakukan penutupan sumur LHD 24 area Lahendong karena masih dalam proses investigasi penyebab terjadinya semburan uap air panas bumi tersebut,” kunci Wibisono.(alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*