Sabtu, 19 Oktober 2019

Pasca Penurunan Harga BBM, Para Sopir Angkot Tidak Mau Turunkan Tarif

MTerkini.com, AMURANG-Turunnya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata tidak serta-merta berpengaruh pada turunnya beberapa harga maupun tarif angkutan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Seperti halnya tarif angkutan, meski belum ada pengumuman dari pihak Dinas Perhubungan setempat, namun beberapa sopir mengaku enggan menurunkan tarif karena penurunan harga BBM hanya tipis. “Turunnya kan hanya tipis, jadi mengapa tarif kami akan turunkan,” ujar sejumlah sopir yang berhasi dimintai tanggapan oleh manadoterkini.com.

Lain halnya bagi beberapa penjual bensin dan solar eceran (Pertamini).

Dari pantauan dibeberapa penjual di Amurang dan Tumpaan, harga jual yang sebelumnya 9000 per liter hanya mengalami penambahan sedikit hingga mulut botol liter, yang harganya tetap 9000 rupiah.” Begitu juga yang dahulunya menjual 10.000 rupiah turun menjadi 9000 rupiah, dengan ukuran penuh sampai mulut botol cocacola 1 liter,” ujar Steddy warga Kapitu.

Seperti diketahui, harga BBM jenis premium dan solar di sejumlah SPBU mulai tanggal 5 Januari 2016 telah menerapkan harga baru, yakni premium atau bensin 6.950 rupiah per liter, sedangkan solar 5.650 rupiah perliter.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*