Senin, 21 Oktober 2019

Legoh : Gubernur Jangan Asal Bicara

legohMTerkini.com, SULUT – Legislator Sulawesi Utara (Sulut), Fanny Legoh, mengkritisi berbagai pernyataan bahkan program yang disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulut, Soni Sumarsono. Dirinya mengingkatkan agar Pj Gubernur jangan sembarangan dalam menyampaikan statement kepada publik. Apalagi mengumbar janji.

Anggota Komisi IV Dewan Provinsi Sulut ini mengatakan, ungkapan Pj Gubernur baginya terlalu bersifat ‘politis’. Seharusnya penyampaian yang diberikan memberikan kesejukan, bukannya sesuatu yang menciptakan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. “Sebab itu mempunyai pengaruh sampai ke tingkat bawah,” tandasnya.

Dirinya memberikan contoh soal pernyataan Pj Gubernur seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado. Tentang hal itu Sumarsono mengatakan, akan dilaksanakan 21 Desember 2015. Kemudian ditunda 28 Desember 2015. Faktanya belum juga digelar sampai sekarang. “Di situasi politik yang tensinya tinggi seperti ini baru selesai Pilkada bahkan masih ada yang sementara proses, bisa mencipatakan kegaduhan politik,” tuturnya.

Begitu pula Legoh menyentil mengenai listrik yang dikatakan, tanggal 23 Desember nanti tidak ada pemadaman lagi. Buktinya tidak. Sampai kini listrik masih sering dipadamkan. “Ia memberikan janji listrik tidak akan mati lagi tapi sekarang masih ada,” paparnya.

Sehubungan dengan ini, Legoh menasihatkan, Pj Gubernur harus segera meralat setiap ucapannya. Pernyataan-pernyataan jangan lagi bersifat ‘politis’. Ada baiknya menyampaikan sesuatu yang mendukung filosofi ‘torang samua basudara’. “Kalau hanya karena pernyataan gubernur kemudian banyak orang mo baku salah, lebih baik ia kembali saja dan melaksanakan tugas Dirjen (Direktorat Jendral) Otonomi Daerah (Otda),” tandasnya. (jef)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*