Selasa, 17 Oktober 2017

Pelaku Bom Ikan Masih Merajalela di Perairan Boltim

MTerkini.com, TUTUYAN – Rupanya aksi bom ikan diperairan laut Bolaang Mongondow Timur (Boltim) masih merajalela. Pasalnya, berdasarkan infomasi yang rangkum manadoterkini.com, melalui beberapa warga Kotabunan dan Nuangan baru-baru ini, bahwa pelaku bom ikan sampai sekarang masih merajalela diwilayah perairan Boltim tepatnya dilaut Jikobelanga dan pulau lampu yang berbatasan dengan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Namun, kebanyakan oknum pelaku bukan warga Boltim tetapi mereka nelayan dari daerah lain. Sayangnya, entah kenapa aksi bom ikan yang sebelumnya sudah memakan korban, tidak berhasil diberantas. “Kami nelayan warga Boltim sangat terganggu dengan keberadaan pelaku bom ikan. Walaupun sudah menelan korban jiwa, tetapi pelaku-pelaku ini tidak kapok-kapok. Justru semakin menggila melakukan penangkapan ikan dengan cara bom,” ungkap Marwan salah satu nelayan asal Boltim.

Dia juga mengaku, masalah ini sudah sering didukan ke instansi terkait Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Boltim. Hanya saja, mereka beralasan, pihaknya masih kekurangan tenaga pengawas laut juga dibatasi alat komunikasi.
“Jika kasus ini tidak ditindak tegas maka oknum-oknum pelaku akan terus beraksi. Selain itu, kami selaku nelayan asal Boltim yang beraktifitas menangkap ikan dilaut Boltim merugi. keluhnya.

Soal ini juga dibenarkan legislator Boltim asal Nuangan Abdulrahman Ambarak. Dia juga mengakui bahwa pelaku bom ikan terus berkeliaran diwilayah perairan Boltim. Tetapi, sejauh ini belum ada tindakan tegas dari pihak yang terkait baik Syahbandar, Polisi Air Laut maupun pemerintah setempat.
“Kasus bom ikan ini sudah merajalela di laut Boltim, akibat kurang tegasnya pengawasan dilaut,” tukas politisi PDIP ini.

Dia berharap, ada koordinasi khusus antara pemerintah dengan Syahbandar dan Polisi Air Laut untuk menindak-tegas aksi bom ikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKP Pemkab Boltim, Ikhsan Pangalima,SPi kepada sejumlahbwartawan mengatakan, pihaknya sudah semaksimal mungkin melakukan koordinasi pengawasan diperairan Boltim.
“Khususnya kasus bom ikan. Hanya saja, DKP sendiri terbatas dalam komunikasi dengan instansi-instansi terkait lainnya,” tandasnya.(tim/*)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*