Senin, 23 Oktober 2017

Mantan Komisioner Panwaslu Manado Tidak Terima Pemecatan dari DKPP RI

Panwas ManadoMTerkini.com, SULUT – 3 Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Manado mereka masing-masing Sjane Walangarei, Stenly Walandouw dan Roy Jusuf Laya, dipecat dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta karena dinilai dapat merusak kredibilitas Panwaslu, juga mengabaikan rekomendasi Bawaslu Sulut terkait status hukum calon Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi.

Menanggapi pemberhentian tersebut, mantan Komisioner Panwaslu Kota Manado akhirnya angkat bicara. Menurut Sjane Walangarei mereka melakukan tugas dengan baik dan benar dalam memverifikasi berkas pencalonan termasuk calon walikota Jimmy Rimba Rogi.

“Sangat jelas kami bertiga tidak menerima keputusan DKPP RI terhadap pemberhentian kami, karena kami bekerja sesuai aturan,” tegas Sjane didampingi Stanley Kho Walandouw dan Roy Laya, kamis (28/1/2016) kepada sejumlah media.

Menurut Sjane, mereka menolak putusan DKPP karena hasil keputusan lalu bukan pembangkangan tetapi merupakan hasil rembuk atau kesepakatan bersama dengan Bawaslu Sulut.

“Keputusan tersebut bukan hanya kami bertiga, tetapi didalamnya juga dengan Bawaslu Sulut,” tutur Sjane.

Ia juga mengatakan ketika Panwaslu Manado membuat laporan pelanggaran Pemilu bukan rekomendasi ke Bawaslu RI mereka langsung diberhentikan sementara.

“Saya pikir ketika kami membuat laporan ke Bawaslu RI maka persoalan tersebut akan dihadapi bersama, tapi malah bukan demikian tapi kami kemudian dipecat,” urai Walangarei.

Menurut mereka, awalnya mereka membuat rekomendasi, tapi akhirnya Bawaslu Sulut menolak dan menyarankan untuk membuat laporan saja. “Kami disuruh buat begitu oleh Ketua Bawaslu Sulut (Hrywn Malonda -red),” kata Sjane.

Rasa kecewa juga dikatakan Sjane karena hasil pembicaraan dengan Bawaslu Sulut, jika ada permasalahan maka akan ditangani bersama. “Kami justru dibiarkan berjalan sendiri, padahal sudah ada komunikasi awal akan dibantu. Malahan kemudian kami di DKPP-kan oleh Bawaslu Sulut,” kesal Sjane.

Sjane juga menantang kepada Bawaslu Sulut untuk memberikan pernyataan dengan benar kepada masyarakat Kota Manado tekait pembicaraan bersama untuk meng-MS-kan (Memenuhi Syarat -red) Jimmy Rimba Rogi. “Atas keputusan ini kami merasa diabaikan dan kecewa dengan sikap Bawaslu Sulut,” ujar Sjane.

Mereka juga menyesalkan sikap Bawaslu RI karena tidak dibuka ruang komunikasi untuk klarifikasi hingga akhirnya berujung pada pemberhentikan. “Kalian harus dihukum, kalian telah melanggar kode etik” ktip Walangarei dari pernyataan Bawaslu.

Ia juga mengatakan sebenarnya laporan Bawaslu Sulut akan ditarik di DKPP, tapi intervensi Bawaslu RI untuk Bawaslu Sulut begitu kuat sehingga tidak dicabut. “Bawaslu Sulut setengah hati membantu Panwaslu Manado dan kami sangat kecewa,” pesan Sjane.

Atas keputusan ini, mantan 3 komisoner Panwaslu Manado ini sementara menunggu surat resmi dari DKPP. “Kami menunggu surat tersebut dan akan kami pelajari untuk langkah apa yang akan diambil kedepan,” tutup Sjane. (chris)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*