Sabtu, 19 Oktober 2019

Kebersihan, Keamanan Hingga Kesejahteraan Jadi Perhatian ROR

ROR Pantau Kota Manado Pakai Moge

ROR

MTerkini.com, MANADO – Sejumlah masyarakat Kota Manado yang kebetulan berpapasan mendadak terkejut. Yah, itulah aktivitas pantau kota pertama kali Royke O. Roring sejak ditunjuk menjabat Wali Kota Manado.

ROR

Tak tanggung-tanggung, selama dua hari full, Jumat (15/1) hingga Sabtu (16/1), ROR, sapaan Kepala Bappeda Sulut ini tak capek-capek mengitari pelosok Kota Manado hanya dengan menggunakan moge (Motor Gede).

ROR

Dengan Moge merah jenis Suzuki Ninja 250 CC yang ditugganginya itu, sudut-sudut kota nyaris tak terlewati dipantau ROR.

ROR

“Penjabat Wali Kota, Pak ROR kote. Cuma nae motor, kira le sapa,” kata seorang pedagang pada rekannya saat melihat ROR memantau kondisi Pasar Pinasungkulan.(***)

Hasil Ron Kota Manado Jadi Perhatiaan Wali Kota ROR

SEBELUMNYA Jumat, ROR memantau Taman Kesatuan Bangsa dan memimpin Apel Polisi Pamong Praja yang bertugas di kawasan 45 selanjutnya menyambangi para juru parkir di kawasan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Wonasa dan Kantor Lurah Kairagi II memantau kegiatan kerja bakti

ROR

Aktivitas pantau Kota itupun dilanjutkan esoknya dengan memantau Pasar Pinasungkulan Karombasan.

ROR

Hasilnya; kondisi kurang mengenakan pun ditemuinya dan jadi perhatian. Seperti saluran air dan keberadaan sungai kecil di tepi jalan. Saat itu juga, ROR langsung memanggi Kadis PU, Ir. Ferry Siwy, Kadis Perhubungan, Drs. F. Koagouw, dan Kadis Kebersihan, Julises Oehlers, memberikan beberapa arahan dan petunjuk.

ROR

Selanjutnya dengan menggunakan moge, ditemani Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene menyisir kompleks Stadion Klabat. “Ini seperti janji saya pada Rakor Awal Tahun untuk berada di tengah masyarakat, melaksanakan pantauan kota,” kata ROR.

ROR

Tidak menggunakan mobil dengan super pengawalan, justru hanya mengendarai Moge, menurut ROR, agar mengurangi kemacetan di Kota Manado.ROR

“Bawa mobil tentu beda lagi. Pasti ada Patwal, pengawal. Pasti akan lebih dari satu mobil kan. Ini akan menambah kemacetaan kalau tiba-tiba berpapasan di jalan pas macet. Kalau motor kan bisa menghindar kalo macet,” ujar ROR.(***)

 

 

Roring : Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman di Kota Manado

ROR

PENJABAT Walikota Manado, Ir.Royke Roring, (15/1) memimpin Apel Polisi Pamong Praja yang bertugas di kawasan 45 bertempat di Taman Kesatuan Bangsa Manado.

ROR

Dalam pengarahan singkatnya, Roring meminta agar anggota Satpol PP tetap menjalankan tupoksinya secara baik dan benar.

“Jalankan tupoksi dengan baik dan benar. Teruslah menjadi mata dan telinga untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang mencurigakan di kawasan yang super sibuk dan super padat ini”tegas Roring.

ROR

“Mari terus kita ciptakan rasa nyaman di Kota ini sehingga warga dapat nyaman keluar rumah untuk beraktifitas.”tambah Penjabat Walikota.

”Dalam waktu dekat juga Pemerintah Kota akan mengeluarkan Perda untuk penertiban Pegawai Negeri Sipil yang berkeliaran disaat jam kerja dan pastinya Anggota Satpol PP akan bertindak sebagai garda terdepan dalam mengawal Perda tersebut”pungkas Roring.

ROR

Usai memimpin Apel, Penjabat Walikota berkeliling Manado berkeliling Manado memantau kegiatan kerja bakti dibeberapa tempat.(*)

Penjabat Walikota Serahkan Bansos PBL MAPALUS di Ternate Baru Singkil

SEOLAH tidak mengenal lelah, Penjabat Walikota Manado, Ir. Royke O. Roring, M.Si, segera melaksanakan agenda kedinasan setelah tiba di Manado usai melaksanakan agenda dinas di Jakarta sejak akhir pekan lalu. Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Selasa 12/01 pagi, Kepala Bappeda Sulut ini bergegas menuju Kelurahan Ternate Baru Kecamatan SIngkil untuk menyerahkan bantuan yang bersumber dari Program PBL Mapalus.

ROR

“Saya mengajak kita sekalian menaikkan puji syukur kepada Tuhan karena kita boleh dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat. Saya baru tiba dari Jakarta, dari Airport, karena dijadwalkan jam 10.00, saya langsung ke sini, meskipun terlambat 20 menit,” kata ROR.

ROR

Sebagaimana penyampaian Camat dan Lurah tadi, bahwa program ini berada di 504 lingkungan di Kota Manado, yang di dalamnya, ada 48 lingkungan yang ada di Kecamatan Singkil, dan di Ternate Baru ada 4 lingkungan dengan jumlah bantuan 185 bantuan sosial, dan 15 bantuan pendidikan. Tentu pemerintah memprogramkan bantuan-bantuan ini dalam rangka melihat kesenjangan atau perbedaan dan kondisi masyarakat yang berkekurangan yang perlu dibantu.

ROR

Sekarang memang program di Indonesia, ada banyak program yang diperuntukkan oleh Pemerintah kepada kita, termasuk kita di Kota Manado, ada yang dibiayai dengan dana dari pusat, provinsi, dan kota. Saat ini adalah salah satu bantuan atau program berbasis lingkungan, program dari Kota Manado atau PBL Mapalus, yang dalam rangka melihat lapisan masyarakat yang perlu dibantu.

“Saya berharap agar kiranya bantuan ini betul-betul boleh terasa oleh kita sekalian, dan tentu harapan dari Pemerintah, marilah kita menunjang program pemerintah, mari kita tetap menjaga lingkungan, kebersihan, keamanan, di sekitar kita, karena kebersihan itu juga adalah ibadah. Peduli keamanan dan ketertiban di sekitar kita, itu juga ibadah. Mari kita jaga ketertiban kita, di mana satu dari wilayah dengan kategori merah dulu, tetapi berangsur-angsur aman, di sini Ternate Baru banyak tokoh masyarakat. Saya kenal ketua MUI tinggal di kompleks belakang sini, karena saya termasuk dalam kelompok kerja lintas agama, termasuk yang membangun lapangan ini dulu saya, yang mengambil bantuan dari Jakarta dan menaikkan lapangan sebagai bantuan dari Presiden, yang berawal dari banjir dulu, untuk pelaksanaan Idul Fitri atau Idul Adha,” jelasnya.

ROR

Mengenai bantuan kesehatan, sekali lagi di Negara Indonesia ini sudah ada BPJS Kesehatan. Khusus untuk Kota Manado sampai tahun 2016 masih menggunakan UC, masih dalam program APBD, yang sebenarnya sudah ada program nasional. Tahun 2017, sesuai informasi, semua harus mengikuti program nasional. Nanti Kota melihat yang kurang-kurang. Tetapi sekarang program ini masih berlangsung dan memprogramkan.

ROR

“Banyak beredar di media massa, ini penjabat walikota datang UC hilang. Ini torang karena ada hutang Oktober November Desember belum bayar, pada RS rujukan, sehingga salah sat ukase brenti, RS Kandou. Karena dianggarkan 35 M, nda cukup, masih ada hutang 7 M. Ini kan penjabat belum ada. Tetapi bukan masalah penjabat atau walikota, tetapi ini sudah diprogramkan dari tahun-tahun sebelumnya, tahun 2015 ada tapi kita masih berhutang dan tahun 2016 tetap akan kita mulai. Cuma kami perlu meneliti lebih dalam. Jangan ada yang tidak perlu diperiksa, dorang asal-asal tulis yang mo di periksa. Jadi terjadi pemborosan terhadap apa yang harus di cek. Tetapi nanti dari Inspektorat yang cek. Diperkirakan Cuma sekitar 35M, masih ada hutang 7M. Makanya dorang kase brenti. Jadi saya kira Itu tetap berlanjut, tetapi perlu penyempurnaan ke depan, nanti beralih pada program nasional, karena Pak Jokowi dan JK secara nasional sudah memprogramkan,” urainya.

ROR

Berikut untuk bantuan bencana, sudah ada tahap pertama. Tetapi pola penyalurannya, ada konsultan yang akan mengawasi, namanya konsultan manajemen. “Saya baru pulang menghadap BNPB, untuk memastikan bagaiamana supaya cepat penyalurannya. Kalau konsultan ini so ada, dorang akan cek satu-satu, baru dikirim rekeningnya. Tetapi rekening dan rencananya juga akan dicek, baru ditambah lagi. Jangan dikirim satu kali, nda jadi rumah, tapi jadi rumah, atau jadi uang muka oto. Kalau itu tidak sesuai, yang pengelola itu bisa salah, tetapi yang penerima juga salah. Ini pernah kejadian di Aceh, itu disalahgunakan bantuan. Diminta dikembalikan akhirnya, dan ditahan oleh aparat penegak hokum. Jadi sekali lagi, ini memang bantuan pemerintah yang sudah lama ditunggu, tetapi syukur sudah ada, tinggal mau disalurkan, tinggal menunggu konsultannya. Karena kalau mau awasi 2058 kalau tidak salah, perlu juga konsultan yang pengalaman. Jadi hal-hal itu yang ditanyakan tadi, semoga secepatnya diserahkan,” jelasnya.

ROR

Sekali lagi, kiranya bantuan ini boleh dimanfaatkan atau boleh bermanfaat, memang tidak besar, tapi lihatlah sebagai program pemerintah dalam menunjang program atau menekan angka kemiskinan juga kalau di kota memang lebih rendah, angka kemiskinan kita 5 atau 6 persen. Jadi kalau kita ada 300 atau 400 an ribu, kira-kira ada 18 ribu masyarakat kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Jadi program PBL Mapalus ini selain bantuan sosial, tapi juga ada bantuan pekerjaan lain yang melibatkan masyarakat. Sengaja tidak diberikan kepada kontraktor, supaya boleh ada kebersamaan, tetapi tetap digaji. Saya kira demikian, terima kasih atas kebersamaan ini, mari kita tetap bersama menopang pembangunan kota Manado yang kita cintai.

ROR

Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Singkil, Muflich Basuki, S.Sos, M.Si, Perwakilan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kelurahan (BPMPK), Lurah Ternate Baru, Iskandar Polontalo, S.I.P, Lurah Wawonasa, Hamzah Palinto, para Pemuka Agama, dan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Singkil.(aldi/lipsus)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*