Kamis, 21 November 2019

Liando: Kapanpun Digelar, Masyarakat dan Ormas Harus Kawal Pilkada Manado

Ferry Liando+MTerkini.com, MANADO – Pilwako Manado sudah diwarning jauh-jauh hari oleh pengamat politik dan pemerintahan Sulut Dr. Ferry Daud Liando. Hal ini dikarenakan menjadi pembicaraan public warga Manado terkait penganggaran Pilkada. “Kapanpun Pilwako Manado harus diwaspadai. Sayapun dibuat pusing dengan situasi ini. Menurut saya posisi sekarang Pilwako berada di status quo,” tutur Liando.

Menurut Liando masalah mobilisasi PNS dan money politik tidak digubris lagi oleh MK. “Walaupun sudah money politik ataupun mobilisasi PNS tidak di gubris lagi. karena yang dihitung sekarang adalah selisih suara 0,2 perse,n” ujar Liando.

Ia menegaskan, kalau Pilwako tidak dikawal dengan ketat sudah bisa dipastikan paslon berduit yang bisa memenangkan. “Harus diingat kita semua harus wujudkan Pilwako yang berkualitas. Jangan karena uang atau tekanan, “urai Dosen Unsrat ini.

Liando juga mengatakan kapanpun Pilkada Manado dilaksanakan jangan mengabaikan aturan dan perundang-undangan sebagai pijakan legal standingnya. “Sekarang ini tahapan berjalan, muncul lagi aturan baru, kan seharusnya selesaikan saja dahulu proses yang telah berjalan,” pesannya.

Sementara itu Franky Mocodompis Kabag Humas dan Protokol Pemko Manado mengatakan terkait Pilkada Manado, sangat disayangkan KPU Manado kurang komunikasi dengan Pemerintah Kota. “sampai saat ini baru 2 kali KPU bertemu dengan Walikota. Beberapa waktu lalu Pemko memeinta 3 dokumen ke KPU yakni Laporan penggunaan anggaran, salinan putusan MA dan kronologis mengapa penundaan pemilihan dan penghitungan suara waktu lalu, sampai saat ini baru 1 dokumen yang diberikan KPU. Tentunya pemko selalu kooperatif mensukseskan penyelenggaraan di Pilwako Manado, jangan dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap penjabat Walikota saat ini apalagi menyangkut anggaran,” kunci Mocodompis.(chris)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*