Rabu, 13 November 2019

Tinta Emas Sumarsono #Mari Jo Ka Manado

SPIRIT PARIWISATA SULUT

MULANYA Soni Sumarsono galau dan gelisa. Gelisa karena sektor Pariwisata sebagai andalan seperti terabaikan. Sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Utara, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) ini tergerak hati.

Sumarsono

Di suatu malam, usai makan seafood di teluk Manado nan cantik, dan berdiskusi dengan para staf khususnya, Soni tercetus ide gila. Bagaimana jika kita buat program terobosan pariwisata? Tepatkah tagelines: Mari Jo Ka Manado?

Setuju! Dengan jempol jari serta tangan diangkat setinggi dada menjadi simbol khas “Mari Jo Ka Manado”.

Esoknya, esoknya dan esoknya lagi di setiap iven apapun, yakni resmi, formal, informal bahkan acara gereja sekalipun, tagesline #Mari Jo Ka Manado tak henti-hentinya dikumandangkan. Dan, tak lupa ibu jari diacungkan sembari bafoto (selfie ala Manado).

sumarsono

Hingga Soni usai menunaikan tugas negara sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah, simbol ibu jari sambil berteriak, “MARI JO KA MANADO”! terus bergema.

Akun khusus medsos #marijokamanado di Whats App, facebook, line, twitter pun jadi ramai.

Tergerak dengan slogan logat Manado itu, Januari lalu PT Pos Indonesia pun tertarik membuat produk prangko, kartu pos dan sampul seri “mari jo ka Manado”. Para pegiat prangko so pasti senang. Ada mainan baru. Apalagi ratusan siswa sekolah di Manado menyerbu kantor pos sekadar mengirim kartupos, buat teman hingga ke. Jokowi, Presiden RI. Siswa titip pesan agar sektor Pariwisata Sulut termasuk semua destinasinya harus segera dibenahi.

Bukan cuma itu, hari ini saat perayaan HUT ke 57 Soni Sumarsono pada 22 Februari 2016, Pos Indonesia pun menerbitkan seri prangko Sumarsono, #marijokamanado dan prangko seri Sumarsono. Termasuk gerakan penunjang pariwisata yaitu Gerakan Sulut Menanam, Gerakan Bersih Kuala, Gerakan Sulut Berkarya ikut jadi bagian prangko tersebut.

sumarsono

Apa sih makna dan spirit mari jo ka Manado? Spiritnya ada tiga, kata Soni yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.

Pertama, menggalang semua kekuatan menggerakkan wisatawan ramai-ramai ke Manado dan Sulawesi Utara.

Kedua, membuat wisatawan betah dan happy selama tinggal di Manado dan Sulawesi Utara.

Ketiga, jadikan para pelancong dari nusantara dan manca negara itu mau balik lagi ke Manado.

Diketahui, Prangko cetakan terbatas tersebut ditandatangani dini hari tadi di hotel Potato Head Beach, Seminyak, Bali.

“Terimakasih kepada PT Pos Indonesia yang telah mengabadikan dan memberikan apresiasi kepada saya selama menjabat sebagai Pj Gubernur Sulawesi Utara melalui peluncuran perangko baru seri Marijo Ka Manado dan komponen pendukungnya, Gerakan Sulut Menanam (GSM), Gerakan Bersih Kuala (GBK) dan Gerakan Sulut Berkarya (GSB), “tulis Sumarsono lewat akun FBnya @Bali, 22 Feb 2016. #MariJoKaManado…. Sambada (Salam Manis Baku Dapa).

Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Sulut, Sumarsono tetap melekat dihati masyarakat Sulut termasuk segenap redaksi manadoterkini.com, “Selamat HUT ke-57 Bung Soni Sumarsono.(alfa)

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Terobosan yang sangat berani dari penjabat gubernur Sulawesi Utara yang hanya beberapa bulan dipercayakan memegang jabatan ini. Tetapi sebelum mengajak banyak wisatawan datang ke Manado, apakah manado siap menerima para turis dalam maupun luar negeri ? Apakah sarana dan pra sarana penunjang pariwisata itu sudah ada ? Apakah sudah berjalan sebagaimana mestinya ? Jangan sampai program #MarijoKaManado ini jadi program bunuh diri. Malah akan memalukan manado itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*