Senin, 18 November 2019

Puncak Wawona Rurukan Bakal Dibagun Menara Tertinggi di Sulut

MTerkini.com, TOMOHON – Puncak Wawona rurukan yang ada di Kota Tomohon bakal didirikan menara tertinggi di Sulawesi Utara (Sulut).

Pasalnya, puncak Wawo tersebut telah menjadi incaran banyak investor. salah satunya Herry Tan salah satu investor asal Jakarta yang saat ini sedang mengembangkan puncak wawona untuk dijadikan destinasi wisata berkelas dunia.

Saat bincang-bincang dengan sejumlah wartawan, Tan mengatakan sampai saat ini baru sekitar 15 persen yang sudah selesai pada tahap pertama diantaranya pembangunan menara puncak wawona dan infrastruktur lainnya seperti jalan disekitar lokasi tersebut.

“Orang kalau bangun tempat wisata investasinya harus besar dan terbaik, dan saat ini progress kita baru sekitar 15 persen namun pengunjung yang datang setiap tahun hampir 5000 orang apalagi kalau hari libur. Padahal pihak kami sudah memasang plank agar jangan masuk karena masih dalam tahap pembangunan namun antusias masyarakat sangat besar,” ujarnya.

Dia jelaskan, memang ada rencana untuk membangun patung Tuhan Jesus, karena kalau di Indonesia Timur hanya di sulut saja yang mudah mengenai besarnya ditempat lain ijinnya belum tentu diberikan namun di Sulut jangankan 100 meter 160 meterpun masyarakat sangat mendukung. Dan untuk membuat Patung Tuhan Jesus di Sulutlah yang paling tepat selain di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Kota Tomohon karena rencananya bulan Juli nanti sudah peletakan batu pertama untuk mulai yang akan menelan anggaran kurang lebih Rp.200 Miliar, jadi patung tersebut menggambarkan Tuhan Jesus saat disalib dan akan memakai 2 lift didalam salib tersebut untuk naik turundan ditangan salib kiri-kanan akan ada restoran dan di puncak Wawona juga akan dipasang 6 buah escalator untuk para pengunjung agar mudah naik dan turun dari puncak namun ada juga tangga manual,” tukasnya.(efd)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*