Selasa, 12 November 2019

VAP: Budaya Tulude Harus Terus Dilestarikan

minutMTerkini.com, AIRMADIDI – Budaya Tulude yang adalah tradisi masyarakat Nusa Utara (Sangihe, Talaud dan Sitaro), sebagai upacara syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, melepaskan tahun yang lama dan menyambut tahun baru, oleh Bupati Minut Vonny Anneke Panambunan, harus terus dilestarikan.

“Budaya Tulude harus terus dilestarikan, karena tradisi ini adalah cara mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat yang diberikan kepada kita semua. Dan ini menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Nusa Utara yang unik, yang punya potensi besar bagi sektor pariwisata daerah,” ujar Bupati Panambunan, saat pelaksanaan Tulude tingkat Kabupaten Minut, Kamis (25/2/2016) malam.

Pengurus Badan Musyawarah Kekeluargaan Indonesia Sangihe Talaud (Bamukist), Herman Papia, mengapresiasi kepedulian Pemkab Minut dibawah kendali Bupati Vonny Anneke Panambunan dan Wakil Bupati Ir Joppy Lengkong, yang memberikan perhatian bagi adat dan budaya masyarakat Nusa Utara. “Budaya Tulude menurut sejarah sudah ada sejak tahun 1425, dan terus mengakar di masyarakat Nusa Utara yang ada dimana saja. Di Minut sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 1908 dan dilaksanakan di Desa Gangga,” jelas Papia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Femmy Pangkerego menyampaikan, pesta adat Tulude yang dilaksanakan ini merupakan acara puncak. Dimana sebelumnya kegiatan ini juga dilakukan di tingkat kecamatan. “Ini merupakan program dari Disbudpar Minut yang disinkronkan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, untuk pelestarian budaya dan meningkatkan pariwisata daerah,” tandasnya.(pow)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*