Rabu, 13 November 2019

Bappeda Manado dan Tim P2KKP Laksanakan Rakorev Pemanfaatan Dana BLM P2KPP

manado

Kaban Bart Assa ST MSc PhD

manadoterkini.com, MANADO – Bappeda Manado dan Tim P2KKP yang terdiri dari KMP (Konsultan Manajemen Pusat), KMW (Konsultan Manajemen Wilayah), Konkor (Koordinator Kota) Manado, Kamis (11/02/2016) melaksanakan Rakorev (Rapat Koordinasi dan Evaluasi) Pemanfaatan Dana BLM P2KPP Tahun Anggaran 2015 Kota Manado, untuk membahas progres BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) PLP-BK (Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas) dan BLM Komputer.

Rapat ini dibuka oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana (Kabid Fispra), Rainer Pangemanan. Kabid Fispra menyampaikan bahwa Pemkot Manado sangat menyeriusi program penanganan kumuh perkotaan, hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya SK Walikota No. 163/KEP/LT.02/Bappeda/2015 tentang Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Manado, kemudian dengan telah selesainya Dokumen RKP-KP (Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan) dan telah dilaksanakan juga Kajian Survei dan Pemetaan Kawasan Padat, Kumuh, dan Miskin di Kota Manado.

“Pada tahun ini Kementerian PUPR melalui Sakter Bangkim Dinas PUPR Provinsi Sulut akan melaksanakan kegiatan penanganan kawasan kumuh di 4 lokasi di Kota Manado dengan kategori kumuh berat yaitu Kelurahan Singkil I, Sindulang I, Mahawu, dan Maasing dengan anggaran kurang lebih Rp. 5 Miliyar,” ujar Kabid Fispra Rainer Pangemanan.

Sementara itu Michiko Mamuaya selaku Korkot P2KKP Kota Manado dalam presentasinya menyampaikan bahwa, progres kegiatan BLM I, dana yang telah terealisasi sebesar Rp. 116.610.000,- (77,7%) dan Rp. 844.230.455,- (99,3%) untuk Kelurahan Sindulang I, dan untuk Kelurahan Titiwungen Utara dana yang telah terealisasi sebesar Rp. 117.750.000,- (78,5%) dan Rp. 778.881.090 (91,6%).

Pada kesempatan yang sama, Michiko Mamuaya menyampaikan juga progres untuk BLM PLP-BK Lanjutan, dimana dana yang telah terealisasi yaitu Rp. 20.000.000 (100%) dan Rp. 138.976.000 (14,2%) pada Kelurahan Sindulang I. Sementara progres untuk BLM Komputer di seluruh kelurahan masih menunggu ketersediaan barang dari supplier.

Michiko Mamuaya juga menyampaikan kendala dan permasalahan yang mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan progres fisik PLP-BK. “Kendalanya antara lain sebagian KSM dan BKM merupakan anggota KPPS, PPK, dan tim sukses pemilihan Kepala Daerah, pekerja yang mangkir dari tugas sehingga harus dicari tenaga kerja yang baru, adanya penolakan dari masyarakat, adanya bencana kebakaran dan masalah lainnya yang sangat menggangu pekerjaan fisik yang dilakukan,” jelas Mamuaya.

Kepala Bappeda, Peter Assa, mengatakan bahwa Pemkot Manado sangat mengharapkan agar kegiatan PLP-BK ini dapat diselesaikan secepatnya meskipun ditemui banyak kendala dan permasalahan di lapangan. “Perlunya koordinasi yang lebih baik lagi dengan Tim P2KKP dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.

Perlu diketahui PLP-BK untuk Kota Manado diterima oleh 2 kelurahan yaitu Titiwungen Utara dan Sindulang Satu. Untuk Titiwungen Utara dana yang masuk sebesar Rp. 1 Milyar, dan Sindulang Satu Rp. 2 Milyar dengan rincian Rp. 1 Milyar untuk BLM PLP-BK reguler dan Rp. 1 Milyar untuk BLM PLP-BK lanjutan.(ald/bappeda)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*