Senin, 22 Juli 2019

Penganiayaan Dua Kelompok Berbuntut Korban Meninggal Dunia

MTerkini.com, TOMOHON – Tim identifikasi Polres Tomohon, Senin (7/3/2016) menggelar rekonstruksi terhadap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak, SiK melalui Kepala Kapolisian Sektor (Kapolsek) Tomohon Utara AKP Bartholomeus Dambe, didampingi Humas Polres Tomohon Ipda Jhony Kreysen usai rekonstruksi mengatakan, korban meninggal pada adengan ke 29.

Akibat penganiayaan tersebut berbuntut 1 korban meninggal dunia. Dimana pemicunya yakni sudah dipengaruhi minuman keras sehingga terjadinya pengeroyokan dan korban meninggal dunia.

Pemicu sampai terjadinya kasus pembunuhan ini berawal minggu sekitar Pukul 02.00 dini hari diantara perumahan Kayawu, dua kelompok ini yang sudah miras. Awal mulanya terjadi ketersinggungan akibat bunyi knalpot racing dan gas-gas sehingga menimbulkan pengeroyokan sampai meninggal dunia atas nama korban Hendro Pangkarego umur 30 tahun warga Kayawu dan satu korban Jacky Polii. “Tersangka Pembunuhan masing – masing Virgy T alias VT, Glendy Toreh alias GT dan Rizky Morong alias RM diancam dengan Pasal 170 dengan ancaman 12 tahun penjara, sementara korban Jacky Polii 170 ayat 1 ancaman 5 tahun penjara,” urai Bartho.

Lanjut dikatakan Bartholomeus, selang Januari sampai Februari 2016 Laporan Pengaduan Polisi di Polsek Tomohon Utara sebanyak sudah ada 16 kasus didominasi tiga Perkara Penganiayaan.

“Tiga perkara pengeroyokan, dan kasus pencurian, pengerusakan, pengancaman, senjata tajam, dan kekerasan dalam rumah tangga masing – masing satu kasus dan sementara dalam proses kepolisian,” ujar Dambe.

Ditambahkan Rekonstruksi yang terbagi dalam 29 adegan ini mendapat pantauan dari pihak Kejaksaan dan tim identifikasi. Sementara proses penyidikan (BAP) dan pemberkasan segerah dilimpahkan ke pengadilan. (cw/dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*