Jum'at, 19 Juli 2019

Dukung Program Penanggulangan Kemiskinan, Assa Dampingi Walikota Hadiri Launching ODSK

manadomanadoterkini.com, MANADO – Guna mempercepat penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu (12/3) Gubernur Sulut, Olly Dondokambey meluncurkan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulut yaitu “Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK)”.

Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Penyepakatan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulut ini menghadirkan seluruh Bupati dan Walikota se-Sulut untuk mempresentasikan program percepatan penanggulangan kemiskinan masing-masing daerah dan untuk menandatangani kesepakatan bersama terkait program ODSK.

Pemerintah Kota Manado, sebagaimana dikemukakan oleh Pj Walikota Manado, Roy Roring, akan menjadikan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan sebagai Program Prioritas Utama hingga tahun 2021 mendatang. “Siapapun Walikota periode 2016-2021 nanti wajib memprioritaskan Program ODSK ini.” ujarnya.

Pj. Walikota Manado menjelaskan bahwa program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan diamini akan efektif berjalan, dikarenakan telah diserahkannya data by name by address warga miskin kota Manado oleh Kementerian Sosial RI, sebagai data acuan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan-kegiatan intervensi pemerintah terhadap permasalahan masyarakat miskin.

“Sesuai data yang telah di verifikasi dan validasi (verivali) oleh Dinas Sosial Kota Manado saat ini ada tercatat sekitar 15.912 KK (+-16.000 KK) yg berhak mendapatkan intervensi program perlindungan sosial dari pemerintah. Ada 31 kegiatan yang telah, sedang dan akan terus dilaksanakan oleh Pemkot Manado untuk mengimplementasi program percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Manado,” jelasnya.

Dilanjutkannya, salah satu yang akan dilakukan sebagai program unggulan wajib adalah Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RRTLH). Program RRTLH ini akan disimultankan kegiatan-kegiatannya dengan program pencapaian 100-0-100 yaitu pemenuhan 100% air bersih, pencapaian 0% kawasan dan lingkungan kumuh, serta pencapaian 100% sanitasi kota, yang keseluruhannya bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan dari 4,7% pada tahun 2015 menjadi 2,7% pada tahun 2021.

Pj Walikota Manado juga menjelaskan, bahwa anggaran yang ditata dalam APBD kota selama ini untuk penanggulangan kemiskinan tercatat sekitar 80-100 Milyar per tahun. Dalam rangka percepatan maka Pemkot Manado berencana menaikkan anggaran tsb menjadi sekitar 150-200 Milyar per tahun. Dengan di dalamnya akan tertata sekitar 32 M/tahun anggaran untuk RRTLH (Rp. 20 jt/KK), yaitu dengan target teratasinya masalah rumah tidak layak huni sebesar 25% dari 15.912 KK pada tahun 2021 atau sekitar 4000 RRTLH (KK).

Karena itu beliau berharap dengan adanya program ODSK (APBD Provinsi Sulut) dapat mendanai sekitar 10% dan APBN sekitar 15% dari total pendanaan, untuk sekitar 16.000 KK RRTLH, sehingga Pemkot Manado semakin optimis, bahwa di tahun 2021 sebanyak 8000 KK atau 50% dari jumlah KK miskin dengan permasalahan RRTLH akan teratasi, dan optimis angka kemiskinan kota Manado turun menjadi 2,7 % dapat terwujud.

Mendampigi Pj. Walikota Manado, Roy Roring, beberapa Kepala SKPD Pemkot Manado yaitu Kepala Bappeda — Peter Assa, Kepala Dinas Sosial — Frans Mawitjere, dan Kepala Dinas Pendidikan — Corry Tendean.(tim/bappeda)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*