Universitas Terbuka (UT) Bantah Kampusnya Ada Pungli

tmp_5383-IMG_20160411_205447-1252822357
Kepala Bagian Umum Mariono. (foto: chris/mt)

MTerkini.com, MANADO – Kampus Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJ UT) Manado membantah jika kampusnya melakukan pungutan liar (pungli) kepada Mahasiswa ataupun alumni yang akan melakukan legalisir Ijazah.

Hal tersebut terkait keluhan beberapa orang guru di Kabupaten Minahasa Selatan saat melakukan legalisir ijazah di kampus UT diduga diperhambat dengan alasan stempel atau cap yang kemudian menjurus oknum administrasi meminta uang kepada yang akan melakukan legalisir.

Menurut Kepala UPBJ Manado Muliadi melalui Kepala Bagian Umum Mariono mengatakan Pelayanan Mahasiswa (Pelma) melakukan pekerjaannya sesuai dengan prosedur. Menurut Mariono semua pembayaran dilakukan melalui Billing. “Semua pembayaran melalui Billing. Tidak ada yang namanya uang cash diberikan kepada kami,” ujarnya Senin, (11/4/2016) di Kampus UT Winangun Manado.

Ketika ditanya mengenai ada oknum pegawai meminta uang kepada alumni yang akan melakukan legalisir Ia menjelaskan tidak ada. “Saya membawahi Pelma ini, jadi saya tahu tidak ada namanya pungli,” katanya.

tmp_5383-IMG_20160411_205639492323748
Seorang petugas administrasi di Pelma sedang melayani seorang mahasiswa. (foto: chris/mt)

Sementara itu ketika ditanya mengenai besaran tarif untuk legalisir, Ia menjelaskan itu sudah sesuai dengan SK Rektor nomor 2440/UN31/KEP/2015 tertanggal 6 Maret 2015 besaran tarif yakni Rp. 50.000,- dan itu sudah sesuai dengan paket yang akan dilegalisir. “Semua pembayaran paket ini melalui Billing di Bank. Sesudah membayar mahasiswa kemudian membawanya ke Pelma,” jelasnya lagi.

Memang diakuinya, Pelma dalam melayani mahasiswa diyakini belum maksimal dan lewat laporan ini pihaknya akan berbenah. “Kedepan akan kami layani mahasiswa dengam baik. Bisa saja komplain yang masuk kali ini akibat ada mahasiswa tidak terlayani dengan baik saat mengurus di Pelma,” tutupnya. (chris)

 

1 Komen
  1. tri mariono berkata

    Menanggapi berita ini, saya mohon informasi nim alumni (guru) di minahasa selatan yang menyampaikan keluhan ke media ini. Kami akan konfirmasi kepada yang bersangkutan berkenaan dgn layanan yang telah diterima.

    Dalam kalimat “… diperhambat dengan alasan stempel atau cap …”. Kami informasikan juga, bahwa UT tidak menggunakan cap atau stempel tanda tangan pejabat berwenang penandatangan legalisir ijazah.

    Kami melakukan legalisir ijazah setelah melakukan verifikasi ijazah melalui pangkalan data, verifikasi fisik ijazah, penerbitan lembar informasi pembayaran yang harus dibayar melalui bank mitra kami (melalui atm, mesin edc, teller)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.