Rabu, 20 November 2019

Bupati Sehan “Berang” Saat Jumpai Pendemo

manadoMTerkini.com, TUTUYAN-Aksi damai yang dilalukan oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Boltim (AMPB) Kamis (14/4) siang tadi di depan kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memanas.

Hal ini dipicu ketika Bupati Boltim Sehan Salim Landjar menemui pendemo dengan sedikit emosi.

“Kenapa kalian ingin menurunkan saya dari jabatan saya. Bukan kalian yang memilih saya,” ucap Sehan dengan nada emosi.

Mendengar kalimat yang diucapkan oleh orang nomor satu di Boltim itu sejumlah pendemo sontak naik pitam

“Inikah yang dinamakan bahasa dari seorang pemimpin, bukannya mengayomi masyarakat malah mengeluarkan kata-kata yang tidak mencerminkan seorang pemimpin,” koar Ritz Rumewu dengan mengarahkan tangan kearah Sehan.

Tidak lama berselang dia (Sehan-red) dibawa oleh pengawal pribadinya dan sejumlah satpol-PP bersama sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali keruang kerjanya namun terlihat wajah Bupati yang sudah menjabat kali keduanya pucuk pimpinan di Kabupaten terbungsu di Bolaang Mongondow Raya ini nampak tegang.

Sementara usai insiden yang nyaris ricuh itu, Kordinator aksi demo Ritz Rumewu kembali berorasi dan berharap Bupati terpilih saat ini dapat merangkul kembali keadaan masyarakat yang sempat terkotak-kotak pada waktu Pilkada silam.

“Kami datang kesini hanya ingin ditanah Boltim ini tidak ada lagi perbedaan , pelaksanaan pilkada telah usai dan diharapkan kepada Bupati terpilih agar bisa merangkul kembali masyarakatnya yang terkotak-kotak,” ujarnya saat berorasi.

Setelah usai melakukan aksi damai para pemgunjuk rasa langsung membubarkan diri dengan pengawalan petugas keamanan.(wan/dav)

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Belum 100 hari masa jabatan sudah di demo 4 kali, benar2 pemimpin yg tidak bisa dijadikan teladan, kata2nya saja arogan, seenaknya, emangnya ini kerajaan ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*