Selasa, 19 November 2019

Tunjukan Prestasi Dedikasi dan Loyalitas Sebagai Penghargaan Nilai-Nilai Perjuangan Pahlawan

Glady KawatuMTerkini.com, SULUT – Kita harus mengakui kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki yang boleh dirasakan kaum perempuan sekarang ini, adalah buah-buah perjuangan pendahulu R.A Kartini. Hal ini dikatakan Karo Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Setda Prov Sulut) Glady Kawatu SH, M.Si kepada manadoterkini.com, Kamis (21/04/2016).

Ini yang kaum perempuan rasakan sekarang, regulasi dinegara juga memberi kesempatan kaum perempuan untuk berkarir seperti aturan kuota 30 persen perempuan bekerja berkarir di rana publik, di eksekutif dan legislatif.

“Saya juga menyadari bisa pada posisi sekarang selain karena buah-buah perjuangan pahlawan wanita R A Kartini, bagian opsesi saya dari kecil, dan komitmen keluarga besar saya. Kami ada 7 bersaudara, dua laki-laki dan lima perempuan, semua di sekolahkan tidak ada yang dibedah bedakan. Saya bangga Ibu kami bisa menunjukan sosok RA Kartini,” ungkap anak R. Paulus Kawatu.

“Kesuksesan saya karena diberi kesempatan oleh banyak pihak, oleh pimpinan dan keluarga yakni suami dan anak-anak. Bersyukur pula saya punya suami pendamping yang bijaksana selalu memberikan dorongan dan suport buat saya termasuk juga anak-anak, ” ungkap Kawatu.

Glady Kawatu juga menambakan, yang menjadi dasar dia berkarir adalah keluarga. “Jadi saya dibentuk dari keluarga birokrat, sehingga saya dari kecil ingin menjadi pegawai negeri, motifasi itu yang terus saya bawah. Karena dari kecil saya ingin berkarir di birokrasi, motifasi itu saya bawah terus karena itu saya mempersiapkan diri dari awal lewat dunia organisasi.”

“Tanggung jawab saya sekarang sebagai Karo hukum, kepercayaan ini harus dibarengi dengan kerja keras, keseriusan, ketelitian, agar tidak terjadi kesalahan. Dan saya sadari keberhasilan tentunya tidak terlepas dari dukungan lingkungan kerja yang kondusif, staf dengan semua perangkat kerja, terutama dukungan dari keluarga. Dipercayakan sebagai pegawai negeri, komitmenya saya, kepercayaan dijawab dengan tanggung jawab, dan bagi ASN yang paling dedikasi dan loyalitas.” ungkap Karo Hukum.

Lanjutnya, bersyukur diberi percayaan oleh Tuhan melalui pimpinan, sembari menjelaskan awal dia berkarir tahun 1992 sampai 2003 di provinsi Sulut, kemudian mengambil studi di UGM dan diminta berkarir di Kabupaten minahasa selama 11 tahun. Sempat non job satu tahun lima bulan, selanjutnya dimintah Gubernur SH Sarundayang kembali di Pemprov Sulut sampai sekarang.

Kawatu berharap kedepan wanita Sulut bisa eksis di dunia masing-masing, lebih optimal, berkarya sesuai profesi tanpa mengecilkan peran sebagai Ibu rumah tangga.
“Mari kita bangkitkan lagi prestasi, jati diri wanita Sulawesi Utara, seperti pendahulu kita Walanda Maramis, sebagai wujud penghargaan kita terhadap nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan para pahlawan,” kunci Kawatu.(alfa)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*