Rabu, 20 November 2019

Sering di Razia Pol PP, Tunanetra Lapor DPRD Kota Manado

DPRD Kota Manado, Tunanetra, Aspirasi Warga

Perwakilan Tunanetra saat berdialog dengan DPRD Kota Manado. (Ist)

 

MTerkini.com, MANADO – Perwakilan Tunanetra Kota Manado menemui legislator gedung Tikala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Selasa (26/4/2016).

Kedatangan Tunanetra ke DPRD Kota Manado membawa aspirasi mereka karena ditangkapnya rekan mereka saat berjualan dipusat perbelanjaan oleh Satpol PP Kota Manado. “Kami ini bukan pengemis atau tuna wisma. Kami kan berjualan,” ujar perwakilan pedagang Tunanetra Aziz Ismail.

Mereka meminta kepada DPRD agar tidak ada lagi penangkapa terhadap pedagang Tunanetra. “Kami minta tidak ada lagi razia penangkapan kepada penjual Tunanetra,” ujar Aziz.

DPRD Kota Manado sendiri mengeluarkan rekomendasi agar tisak ada lagi razia terhadap pedagang Tunanetra. Aksi ini diterima langsung oleh Apriano A. Saerang, Fanny Matali, Anita de Blouwe, Wahid Ibrahim, Sony Lela, Arthur Paath. (chris)

Tags: , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Tunanetra yang berjualan di pusat kota Manado bukan pengemis. Namun image tunanetra yang berjualan, oleh masyarakat dan pol pp dianggap pengemis hanya salah satu alasan mereka “dorang cuma pegang kacang satu bungkus, deng plastik tatutup. Masa bajual bagitu?”. Mereka tidak bertanya kepada tunanetra mengapa melakukan itu, namun langsung memberi image negatif. Penjual kacang sering mereka beri uang umumnya rp2.000 tanpa mengambil kacang yang tunanetra jual. Faktanya tunanetra hanya pegang kacang 1 bungkus karena ada anak2 yang mengambil kacang mereka tanpa permisi. Dan masih banyak alasan lain yang sejenis. Dari fakta di atas kesimpulan saya pengemis yang dilabelkan kepada tunanetra penual kacang salah. Penjual kacang juga minimal senang saat diberi 2.000 oleh pemberi yang seharusnya membeli.
    Jadi menurut opini saya, kesalahan bukan pada tunanetra penjual kacang, namun pada pemberi yang seharusnya membeli.
    Saya sebagai seorang tunanetra yang tinggal di kota kawanua ini juga dengan tulus memberi apresiasi dan ucapan terimakasih kepada penulis berita ini, sebab ini menjadi bukti bahwa dikota ini masih ada berita berita tentang penyandang tunanetra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*