Jum'at, 15 November 2019

Ketambahan Dua Kecamatan, Boltim Minim ASN

bolti

Darwid Lasabuda

MTerkini.com, TUTUYAN – Pembentukan Kecamatan Mooat dan Motongkad tidak hanya berdampak positif bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), namun juga berdampak negatif.

Pasalnya, dengan dibentuknya dua kecamatan, membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Boltim kian terbatas. Karena ASN akan mengisi struktur di kecamatan diambil dari SKPD dan di lima kecamatan yang ada.

“Idealnya satu kecamatan 23 ASN, tapi akan diupayakan tidak terjadi kekurangan saat pendistribusian di dua kecamatan tersebut. Tidak mungkin 23 ASN dibutuhkan satu kecamatan langsung diakomodir, sementara waktu satu kecamatan 10 ASN yang kita tempatkan,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan

Diklat Daerah (BKDD) Boltim Drs Darwis Lasabuda kepada manadoterkini.com Rabu (27/4) siang tadi.
Lanjut Dia, jika disesuaikan seperti itu, tidak akan terjadi keterbatasan ASN di tiap SKPD dan di lima kecamatan. Apalagi tahun ini, Pemkab Boltim memberikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) cukup besar untuk PNS agar bekerja maksimal dan disiplin.

“Saya rasa adanya TKD tinggi 20 ASN yang ditugaskan di dua kecamatan akan bekerja maksimal. Karena menambah ASN harus persetujuan dari MenPAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara), jadi manfaatkan ASN dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Mooat Fredy Sumenge yang ditunjuk Bupati Boltim Sehan Landjar menuturkan, bahwa, kebutuhan PNS dia menyerahkan sepenuh kepada BKKD.

“Itu urusanya Baperjakat dan BKKD untuk mengkaji semua kebutuhan berdasarkan jumlah ASN yang dimiliki Boltim. Saya tidak memaksakan ASN akan ditempatkan di kecamatan sesuai kebutuhan, karena saya tahu Boltim masih kekurangan ASN,” kata Sumenge yang dalam waktu dekat ini segera dilantik bupati menjadi Camat Mooat.(wan/dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*