Jum'at, 15 November 2019

Temui Menristekdikti, MAMA Paparkan Kondisi BLCC

MTerkini.com, BITUNG - Walikota Bitung Maxmiliaan J Lomban,SE,MSi bersama Wakil Walikota Bitung Ir ‎Maurits Mantiri (MAMA) memaparkan keadaan Bitung Logistic Community College (BLCC) ‎ke Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia Muhammad Nasir ‎di Wahaha Reataurant, Manado beberapa waktu lalu‎

Adapun hal-hal penting yang disampaikan Lomban ialah percepatan anggaran ‎yang dari pusat yakni anggara pendapatan dan belanja negara (APBN) ke BLCC, karena sampai saaat ini dana tersebut ‎belum bisa turun dikarenakan berbagai kendala dan halangan lainnya baik ‎dari ITB maupun dari Dikti.

“Hal ini penting, agar Pemkot Bitung tidak lagi mengeluarkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Karena ‎APBD itu hanya dana pendamping tapi yang paling utama ialah APBN,” ujar ‎Lomban

Lanjutnya lagi, permasalahan teknis antara ITB dan Dikti harus segera ‎dirampungkan, karena untuk pemerintah kota Bitung yang penting BLCC bisa jalan, dan bisa segera menghasilkan lulusan yang berkompeten khususnya di ‎Bidang Logistik, mengingat keberadaan kota Bitung yang membutuhkan banyak ‎sekali SDM yang profesional di bidang Logistik sejak ditetapkannya Bitung ‎sebagai International Hub Port (IHP).

Menanggapi hal tersebut, Nasir mengatakan akan memperjuangkan hal ini ‎dengan berkoordinasi dengan rekan menteri terkait lainnya, antara lain kepada Mendagri tentang kewenangan pemerintah pusat yang bertanggung jawab terhadap perguruan tinggi, pemerintah Provinsi terhadap SMA/SMK, dan ‎Pemerintah Kota untuk SMP kebawah.

“Ini nanti yang akan dibahas, dimana UU ‎no.12 tahun 2012 tentang pendidikan menjadi panduan terkait dengan ‎pendidikan yang menjadi kewenangan APBN, sehingga tidak ada tumpang tindih ‎dengan regulasi lainnya,” paparnya.

Sementara itu Menristekdikti Muhammad Nasir dalam waktu dekat ini akan ‎segera berkunjung ke Kota Bitung. “Selain untuk penyelesaian masalah BLCC, ‎dirinya juga akan memantau langsung perkembangan kota Bitung setelah ‎ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan International Hub Port (IHP) yang ‎merupakan progam prioritas pembangunan dari pemerintah pusat,”pungkasnya. (ref)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*