Minggu, 17 November 2019

Peduli Icon Pariwisata, Dondokambey Canangkan Program Save Bunaken

MTerkini.com, SULUT – Dalam upaya melestarikan salah satu icon Sulawesi Utara (Sulut) terutama menjaga lingkungan pantai, agar indah dan sehat, hari ini Jumat (29/04/2016), Pemerintah Provinsi Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dodokambey SE mencanangkan program Save Bunaken, yang dilaksanakan di Pantai Boulevard 2 Manado.

ollyDodokambey mengatakan, selamatkan bunaken seharusnya mulai dari diri kita sendiri, bagaimana mencintai lingkungan dengan, tidak membuang sampah sembarangan. Karena itu saat ini juga dicanangkan program Save Bunaken.

od“Taman Nasional Bunaken kotor dan jorok. Sampah setiap hari bertumpuk-tumpuk sehingga para Wisman malas untuk berkunjung ke bunaken. Kita harus giat membersihkan pesisir pantai agar tercipta lingkungan pantai yang bersih dan sehat,” tandasnya sembari mengatakan senin depan Menko PMK Ibu Puan Maharani akan datang kesana (TNB-red) untuk meresmikan proyek air bersih sekaligus bertatap muka dengan masyarakat.

bunakenDondokambey juga menyebutkan, program ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Sulut dengan Pemkot Manado.

“Saya minta Pemkot Manado harus bersinergi dengan Pemprov agar sektor pariwisata bisa berjalan dengan baik demi mewujudkan Sulawesi Utara kedepan yang lebih maju di dunia sektor pariwisata. Karena taman laut Bunaken merupakan sektor pariwisata andalan Sulawesi Utara berkelas dunia,” ujar Olly sembari dengan tegas mengatakan laut bukan keranjang sampah.

Melalui kegiatan Save Bunaken 2016 mari kita bersama -sama meningkatkan kepedulian kita terhadap ekosistem laut taman bunaken, mari torang jaga dan melestarikannya, ajak orang nomor satu Sulut ini.

Diketahui kegiatan kali ini meliputi bahari, penanaman manrove dan vegetasi pantai serta bersih-bersih pantai. Turut hadir unsur Forkonpimda, jajaran Pemprov Sulut, LSM lingkungan, TNI/Polri serta stakeholder yang terkait.(alfa)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*