Sabtu, 7 Desember 2019

Irup Hardiknas, VAP: Manusia Yang Terdidik Adalah Kunci Kemajuan Bangsa

Hardiknas, Bupati Minut, Vonnie Aneke Panambunan

Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan Saat Menjadi Irup di Hardiknas 2016. (ist)

MTerkini.com, AIRMADIDI – Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Demikian yang dikatakan Bupati Minut Vonny Anneke Panambunan, saat menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anis Baswedan PhD, ketika menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (2/5/2016) pagi tadi, di lapangan Gabungan Dinas (Gabdin) Pemkab Minut.

Bupati Panambunan juga menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa, kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya.

“Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa,” ujar Panambunan.

Ditambahkannya lagi, dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

“Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat,” ucapnya.

Lanjutnya, Hardiknas ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan.

“Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya,” tandas Bupati Panambunan.

Sementara itu, Bupati Panambunan didampingi Wabup Ir Joppi Lengkong, Sekda Ir Sandra Moniaga, bersama Forkopimda, Kepala Dinas Dikpora Max Tapada, Kepala-Kepala SKPD, menyaksikan aksi dari siswa-siswi dari sejumlah sekolah di Kabupaten Minut dan atraksi dari marching band IPDN Sulut. (Pow)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*