Minggu, 15 Desember 2019

Belum Masukkan SPJ, Panwas Boltim Terancam Dipidanakan

MTerkini.com, TUTUYAN-Akibat belum memasukan surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana hibah sekira Rp 2,5 Miliar yang dipakai saat Pilkada 2015 lalu. Tiga pimpinan Panitia Pengawas (Panwas) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yakni Ervina Damopolii, Bily Kawuwung dan Harianto terancam diproses hukum. Pasalnya, saat ini pemeriksaan keuangan dari tim BPK RI di Boltim sudah hampir rampung. Namun, penggunaan dana hibah Rp 2,5 miliar yang bersumber dari APBD Boltim 2015 tidak kunjung diserahkan.

Menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boltim Oskar Manoppo menegaskan, jika Panwas tidak memasukan SPJ hingga batas waktu tertentu, maka masalah ini akan segera dibawah ke ranah hukum.

“Kita akan segera laporkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum bila Panwas tidak ada itikad baik memasukan SPJ,” ujar Manoppo kepada sejumlah wartawan.

Diapun merasa janggal dengan kinerja Panwas yang dinilai tidak serius dalam urusan administrasi khsusnya masalah SPJ.

“KPU Boltim saja menggunakan dana dari APBD Boltim sebesar Rp 10 miliar lebih, bisa dipertanggungjawabkan. Kenapa Panwas yang hanya Rp 2,5 miliar tidak bisa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panwas Boltim Ervina Damopolii belum memberikan penjelasannya alasan SPJ dana hibah belum dimasukan. Dihubungi nomor Damopolii dalam keadaan aktif.(wan/dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*