Sabtu, 21 September 2019

Banyak Tidak Berfungsi, Tagihan Lampu Jalan di Minsel Capai 4 Miliar

manadoterkini.com, AMURANG – Kondisi lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dikeluhkan warga. Pasalnya, fasilitas LPJU di sejumlah ruas jalan terlihat tidak berfungsi atau padam pada malam hari, akibatnya kondisi jalan menjadi gelap, hanya lampu dari kendaraan yang melintas terlihat membantu penerangan dibeberapa titik.

Annie Mangindaan warga Amurang mengakui belakangan ini LPJU di sejumlah ruas jalan di jalur trans Sulawesi tepatnya di Amurang dan Tumpaan terlihat padam.

Dia mengakui heran karena kondisi tersebut seolah dibiarkan oleh Pemerintah dan terkesan pura-pura tidak tahu.

Seperti pantauan manadoterkini.com di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Kelurahan Kawangkoan Bawah hingga ke Tumpaan. Suasana jalan gelap juga terpantau di Jalan Teep maupun di wilayah Minsela.

“Mungkin tidak usah dibilang dimana jalan yang lampu padam Pemkab sudah tahu. Atau pura-pura tidak tahu. Kalau saja mereka aktif melakukan pemantauan lingkungan. Kecuali instansi terkait kerjanya tidur jadi tidak tahu,” jelasnya sembari mengharapkan agar Pemkab Minsel segera memperbaiki lampu jalan.

Warga lainnya, Cindy Sangian mengkhawatirkan kondisi jalanan yang sering gelap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.

“Kalau masih ramai tidak takut, cuma kalau sudah sunyi dan gelap tentu kita takut,” ujarnya lagi.

Sangian serta warga lainnya meminta agar Dinas terkait untuk siaga dalam memberikan penerangan fasilitas umum. Apalagi selama ini masyarakat rutin dimintai pajak. Dengan fasilitas yang nyaman tentu warga akan semakin ikhlas untuk bayar pajak.

“LPJU kan salah satu fasilitas umum. Jadi harus dijaga jangan lah sampai padam seperti saat ini masih sering di jumpai. Biar warga merasa nyaman dan aman,” pungkasnya.

Sementara itu, informasi diperoleh bahwa tagihan LPJU dari PLN ke Pemkab Minsel Capai Rp. 4,2 miliar. “Tahun ini serta tahun sebelumnya, Pemkab hanya menganggarkan untuk LPJU sebesar Rp.1 miliar. Sedangkan, tagihan dari PLN capai Rp.4 miliar. Kedepannya kita akan anggarkan lebih besar lagi untuk pembayaran LPJU agar semua lampu yang terpasang bisa menyala,” ujar Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Pendapatan Aset Daerah (DPKPAD) Minsel Denny Kaawoan.

Diakuinya, tagihan tersebut sulit untuk dikroscek karena Pemkab Minsel dalam melakukan pendataan harus berhubungan dengan empat cabang PLN.

“Kita harus melakukan kroscek dengan PLN cabang Manado, Kotamobagu, Mitra, dan Amurang. Karena lokasi LPJU ada di keempat cabang tersebut. Kita belum memiliki agenda untuk itu,” tandasnya.(dav)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*