Sabtu, 21 September 2019

Dinilai Muazir, Warga Ranoyapo Minta Volume Proyek Pemecah Ombak Ditambah

manadoterkini.com, AMURANG - Proyek Pemecah Ombak di Kelurahan Ranoiapo Kecamatan Amurang menurut warga mubazir.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 4,4 miliar tersebut tidak dikerjakan seutuhnya dan bisa mengancam 25 rumah penduduk yang ada dipesisir pantai.

“Kami minta Pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel menambah volume pembangunannya agar bisa tersambung, jangan hanya sebagian yang dibuat, karena bisa mengancam nyawa penduduk pesisir,” ujar Robby Ottay warga Kelurahan Ranoiapo, yang juga salah satu pemilik rumah dipesisir pantai.

Hal senada disampaikan Yulius Mononimbar warga yang sama. Dirinya mempertanyakan proyek pengaman pantai yang dibangun beberapa waktu lalu dengan anggaran 1 Miliar bisa membangun tanggul pamecah ombak dengan volume sampai panjang 100 meter. Sedangkan proyek pemecah ombak yang berbandrol Rp 4,4 Miliar ini, hanya 180 meter.

“Bukannya bestek pengerjaannya sama, tapi mengapa panjang pengerjaanya terkesan tak mencapai setengah dari proyek pengerjaan beberapa waktu lalu,” tandas Mononimbar.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*