Jum'at, 19 Juli 2019

Tidak Ada Kegiatan, KONI Minsel “Mati Suri”

manadoterkini.com, AMURANG-KONI Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dipimpin oleh Kristovorus Deky Palinggi SE saat ini dinilai “Mati Suri”, hal ini dikarenakan Sekretariat induk organisasi olahraga tersebut nyaris tidak memiliki aktifitas mempersiapkan atletnya menuju PON 2016 di Jabar.

Donna Bella warga Minsel yang juga Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unima Tondano menilai, KONI seharusnya sudah mempersiapkan berbagai agenda dalam rangka mempersiapkan atlet di Minsel untuk menghadapi PON di Jabar.

Tetapi kenyataannya, sekretariat KONI Minsel sebagai sentral pembinaan organisasi keolahragaan hingga kini tidak berjalan.

Sehingga kata dia, matinya organisasi induk olahraga KONI Minsel, akan berimplikasi terhadap proses pembinaan yang dilaksanakan oleh pengurus Kabupaten pada setiap cabang olahraga juga tidak akan berjalan normal.

“Bagaimana mungkin program pembinaan prestasi oleh pengurus Kabupaten cabang olahraga akan berjalan baik, sedangkan roda induk organisasi KONI saja hanya jalan di tempat,” kritik Bella.

Untungnya, kata dia, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dan sejumlah cabang olahraga seperti Perbakin Minsel sudah memiliki sentral pembinaan yang diharapkan dapat memacu prestasi atlet yang ada di daerah itu.

“Program ini sudah berjalan maksimal dan bahkan telah berhasil mencetak atlet berprestasi. Namun disayangkan, keberhasilan atlet tidak dibarengi dengan majunya induk organisasi olahraga KONI,” ujarnya.

Ia menambahkan, setidaknya atlet-atlet yang sudah menyelesaikan program pembinaan, dapat dilanjutkan untuk ditampung oleh KONI cabang olahraga masing-masing, sehingga proses pembinaan atlet tetap berkelanjutan.

“Program pembinaan atlet ini akan menjadi tumpang tindih. Disatu sisi cabang olahraga Perbakin Minsel berhasil melakukan pembinaan atlet, tetapi, disisi lain, pengurus Kabupaten cabang olahraga dan KONI tak berjalan maksimal, “katanya.

Hal senada dikatakan salah satu pengurus KONI Minsel, ia menilai induk organisasi nyaris tidak berpenghuni.

“Cabang olahraga saat ini bagaikan ayam yang kehilangan induk dan tidak tahu harus berkonsultasi kemana jika ada persoalan yang dihadapi para pengurus olahraga,” ujarnya sambil meminta namanya jangan dipublikasikan.(dav)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*