Sabtu, 7 Desember 2019

Kinerja Kumtua Tanamon Utara Disorot

manadoterkini.com, AMURANG-Kinerja Hukum tua (Kumtua) Desa Tanamon Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) disorot. Pasalnya, Kumtua yang seharusnya menjadi contoh untuk melayani masyarakat malah membuat hal yang tidak pantas.

Menurut sejumlah warga Tanamon Utara Kecamatan Sinonsayang, Kumtua desa mereka memaki dan mengusir warganya sendiri. Peristiwa itu memunculkan protes di kalangan warga Desa Tanamon Utara.

Peristiwa itu berawal saat enam orang warga Tanamon Utara datang ke Rumah Kumtua Djainudin Katili. Kedatangan mereka untuk meminta tandatangan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang menjadi persyaratan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI. Namun, bukannya mendapatkan apa yang mereka butuhkan, keenam warga itu malah dimaki dan diusir.

“Saat kami menyodorkan SKU, Kumtua tidak mau menandatanganinya. Malah, dia memarahi kami sambil maki-maki. Tidak hanya dia saja yang memaki kami, namun isteri dan anaknya juga ikut memaki,” ungkap Nursim Dumabow, warga Tanamon Utara.

Tidak hanya sampai di situ, keenam warga ini dipaksa untuk keluar dari rumah Kumtua. Warga yang tidak menerima perlakuan itu protes. Protes warga itu malah menyulut amarah keluarga kumtua.

“Anak kumtua mengambil batu dan ingin melempar kami. Untung ada warga lain yang melerai,” kata Dumabow.

Akibat perselisihan antara warga dan keluarga Kumtua, jalan trans Sulawesi sempat macet. Pasalnya telah banyak warga yang turun ke jalan menyaksikan peristiwa tersebut.

“Kendaraan sudah banyak yang berhenti karena masalah ini,” ujarnya lagi.

Tidak terima dengan perlakuan kumtua, warga pun datang ke Kantor Bupati Minsel. Mereka membawa bukti SKU yang tidak ditandatangani kumtua.

“Kami ingin mengadu kepada Bupati dan wakil Bupati Minsel. Harapan kami ada jalan keluar yang akan diberikan bupati. Sebab, SKU ini sangat kami butuhkan untuk penguatan modal kerja kami,” keluh mereka.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*