Selasa, 22 Oktober 2019

Salah Satu Pengabdian GMNI Bitung Untuk Petani

GMNI Bitungmanadoterkini.com, BITUNG - Marhaenisme merupakan suatu asas yang dikemukakan oleh presiden pertama Indonesia Ir Soekarno atau lebih dikenal bung Karno, dimana Asas Marhaenisme ini di dalamnya terkandung butir-butir pancasila yang saat ini merupakan Asas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Paham Marhaenisme ini adalah salah satu alat perjuangan dari pada ‎Kaum Tani, Kaum Buruh, Kaum Proleter serta kaum tertindas lainnya, dimana saat itu para kaum ini tertindas oleh kolonialisme dan imprealisme.

Marhaenisme sendiri juga merupakan suatu paham/ajaran yang dianut oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

24 September merupakan hari Tani Nasional, GMNI selaku organisasi kader yang selalu memperjuangkan nasib petani, GMNI Bitung terus mengabdikan diri guna peningkatan kesejahteraan para petani.

‎Momentum hari Tani Nasional tahun 2016 ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Bitung bersama komisariat yang ada seperti komisariat Net Profit, Komisariat Makro dan Komisariat Merdeka‎ abdikan diri untuk petani lewat suatu penelitian yang dilakukan dibeberapa daerah di Kota Bitung seperti kelurahan Pinokalan dan kelurahan Tewaan kecamatan Ranowulu.

Kecamatan Ranowulu sendiri merupakan daerah Agraris di kota Bitung.

Dari penelitian yang didapat oleh para kader GMNI Bitung, ada beberapa kendala yang dialami oleh para petani, mulai dari akses jalan, ketersediaan bibit, obat-obat pemberantasan hama serta alat-alat bercocok tanam.

“Tentunya ada beberapa hal lagi yang ditemukan oleh kami yang dirasa menjadi suatu penghabat kesejahteraan para petani. Dari hasil penelitian ini, nantinya akan kami sampaikan kepada pemerintah kota (pemkot) Bitung. Dan semoga hal ini menjadi perhatian pemerintah,” ujar bung Basten salah satu pengurus DPC GMNI Bitung.(ref)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*