Senin, 16 September 2019

Kerukunan Umat Beragama di Sulut Harus Dijaga dan Ditingkatkan

pemprovmanadoterkini.com, SULUT – Hidup rukun dan damai merupakan pola hidup masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dengan hubungan antar umat beragama yang begitu harmoni, menjadikan daerah yang dikenal Nyiur Melambai ini, aman dan nyaman.

Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri daerah ini, dan merupakan kekayaan yang harus dijaga, dipelihara dan perlu ditingkatkan.

“Namun, tidak bisa dipungkiri pola hidup rukun serta kerukunan umat beragama yang menjadi barometer toleransi umat beragama tanah air ini sekarang merurun bahkan berada pada peringkat 4,” ungkap Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut dr Bahagia R Mokoagow MSi MKes melalui Kepala Sub Bagian Fasilitas Keagamaan Setda provinsi Sulut, Lefina F Pangkey SSi-Teol, MA kepada manadoterkini.com, Senin (26/09/2016).

Dalam rangka upaya menjaga dan memelihara hal kerukunan ini, Biro Kesra Setdaprov Sulut menjalin kemitraan dengan Indonesia Consortium for Religious Studies (IRCS) bersama The Lutheran Word Federation (LWF) yang juga turut didukung Norwegian Agency for Development Coorperation (Norad), melaksanakan program INGAGE.

INGAGE (Interfaith New Generation Initiative and Engagement) adalah ruang bagi kaum muda melibatkan diri dalam keragaman iman dan tradisi keagamaan, serta bersikap kritis terhadap hubungan antar komunitas.

“Disadari hal hubungan dan kerukunan umat beragama tidak bisa dibagun hanya oleh pemerintah namun juga semua unsur. Karena itu kami (Biro Kesra-red) menjalin kemitraan dengan IRCS, yang merupakan sekolah pascasarjana UGM, juga dengan lembaga lainnya, dalam memberdayakan kaum muda lewat pelatihan yang dirancang dalam program INGAGE,” terang Pangkey.

Sementara, untuk pelatihannya diselenggarakan dari 22 – 28 September 2016, dipusatkan di Hotel Formosa Manado, Sulawesi Utara.(alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*