Sabtu, 7 Desember 2019

Miris…Dispora Provinsi Abaikan Atlit Paralimpik Sulut

 

sulut

Foto Pelati dan Atlit Peparnas Sulut Cabor Tenis Meja

manadoterkini.com, SULUT – Sangat disayangkan, Dinas Pemuda dan Olaraga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang seharusnya bertugas menfasilitasi atlit, seperti atlit penyandang disabilitas, mala sebaliknya melakukan pembiaran.

Pembiaran ini terungkap saat tim manadoterkini.com menjumpai pelati cabor Tenis Meja Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Sulut, Sabtu (01/10/2016) kemarin.

Pelati Freely Nelwan mengatakan, sampai pada sabtu 1 Oktober, Dispora Sulut belum memperhatikan kebutuhan peralatan dari para atlit, sementara tinggal beberapa hari para atlit ini akan mengikuti Peparnas di Bandung, Jawa Barat.

“Rencananya, kami berangkat di Bandung pada tanggal 11 Oktober, sementara untuk pertandingannya dilaksanakan 16 hingga 22 Oktober. Namun, sampai hari ini, Dispora Sulut belum menyediakan perlengkapan atlit, seperti bets, ” ujarnya.

“Seharusnya para atlit sudah memiliki peralatan ini saat latihan, kerena harus ada penyesuaian dengan alat seperti bets. Hal ini sudah saya sampaikan ke Dispora sebelum pelatda, bahkan saat pelatda saya pun ingatkan, namun sampai saat ini belum juga terealisasi, ” terang pengurus PTMSI Provinsi Sulut ini.

Diapun menuturkan biaya Pelatda yang sudah memakan waktu 2 bulan masih ditanggungnya.

“Persiapan selama 2 bulan biaya sendiri, ” ungkap Nelwan sembari berharap instansi yang menangani ini, memperhatikan kebutuhan Kontingen Peparnas Sulut, agar target tahun 2016 ini bisa diraih.

Diketahui, pada ajang Peparnas sebelumnya, tahun 2012, atlit Peparnas Sulut menyumbang, 1 medali Emas, 1 Perak dan 7 Perunggu. Untuk tahun ini Atlit Perpanas cabor Tenis Meja Sulut akan diikuti 8 Peserta, 3 Atlit dari Kabupaten Minsel, 2 Minut, 1 Manado dan 2 dari Minahasa, sementara untuk Pelati Freely Nelwan dan Asisten Pelatih Marvel Nelwan.

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia. Perbedaan PON dan Peparnas teletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, dimana atlit dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya. Dulunya, Peparnas disebut Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas), namun kemudian kata ‘cacat’ diganti dengan kata ‘paralimpik’ seiring perkembangan yang terjadi di dalam organisasi Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Indonesia.(alfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*