Jum'at, 13 Desember 2019

Inspektur Hari Sumpah Pemuda, Kandouw : Tugas Kita Menjadikan Bonus Demografi Memiliki Makna

 

Steven Kandouw

Wagub Steven Kandouw, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pemprov Sulut

manadoterkini.com, SULUT - Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia, dengan kemajuan tehnologi pemuda dari Sabang sampai Marauke, harus terus bergerak memberi sumbangsi pikiran dan gagasannya. “Tugas kita semua untuk menjadikan bonus demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia,” ujar Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw mengutip sambutan Menpora saat menjadi Inspektur Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut.

“Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu satunya untuk memastikan percepatan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara negara besar lainnya, didepan mata kita ada mea, saatnya pemuda indonesia membangun visi yang besar menatap dunia, ” tandas Kandouw.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutan menyapa dengan salam hangat tokoh tokoh pemuda diseluruh penjuru negeri dan manca negara serta keluarga, sembari mengajak untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga untuk kemajuan dan kemakmuran serta terus memperkuat keutuhan NKRI.

Kandouw pun menyampaikan, penghargaan dan hormat kepada bung karno bapak bangsa. Ia pun membacakan pidato Presiden RI pertama, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Saat pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempat bertanya-tanya. Apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10 pemuda, sebuah negara bisa mengguncangkan dunia?

Jawaban atas pertanyaan ini akan kita temukan melalui fakta-fakta berikut ini.

“Owi (Tontowi Ahmad-red) dan Butet (Liliyana Natsir-red) meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro, Startup Nadia Makarim yang membuat aplikasi Go-Jek, Achmad Zaki CEO Bukalapak.com, ada 62 star up Indonesia yang kebanjiran investasi, ” katanya.

Hasil penghasilan online i comers sendiri dilaporkan pada tahun 2015, sekitar Rp 200 Triliun lebih.

“Jika ini terkelola dengan baik maka perekonomian Indonesia maju pesat. Tentu dengan mata rantai ini, pemuda Indonesia harus menjadi produsen, ” kata Kandouw.(alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*