Kamis, 22 Agustus 2019

Lombok Kritisi Anggaran Sulawesi Utara 2017

 

lombokmanadoterkini.com, SULUT - Salah satu anggota DPRD Sulut dari dapil Minahasa Selatan, Billy Lombok SH, yang terkenal vokal mempertanyakan kebijakan anggaran 2017.

“Seharusnya pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran misalnya kami Komisi II DPRD Sulut kemarin lewat Pansus Asset telah mulai bekerja dan begitu banyak asset pemprov yang akan ditelusuri bahkan ada yang sudah mengklaim milik mereka, dan ini sangat memakan energi yang cukup banyak tentunya harus ada anggaran yang cukup apalagi sampai pada tahap penggusuran, ini akan memakan anggaran yang sangat besar,” ungkap Ketua Pemuda Sinode GMIM dua periode ini.

Lanjut Lombok dalam buku anggaran tertulis pengadaan auditorium Unsrat yang baru dan ini sangat dipertanyakan kenapa hanya Universitas Samratulangi (Unsrat) yang mendapat anggaran ini.

“Kenapa Universitas yang lain tidak mendapatkan anggaran seperti ini? Auditorium unsrat kelihatannya belum mendesak untuk dianggarkan. Yang lebih penting dan mendesak adalah anggarannya dihibakan untuk pembangunan teaching hospital agar supaya Rumah Sakit Kandou dan Rumah Sakit yang lainnya fokus pada pelayanan masyarakat yaitu Kesehatan,” tandas Lombok.

Untuk diketahui rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2017 dimulai siang tadi (9/11/2016).

Dari pantauan wartawan manadoterkini.com pembahasan tadi berjalan alot karena hampir semua anggota DPRD Sulut yang masuk dalam Badan Anggaran mempertanyakan anggaran yang akan dipakai pada tahun 2017 nanti. (jef)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*