Kamis, 14 November 2019

MUI Minsel Tolak Radikalisme Mengatasnamakan Agama Islam

minselmanadoterkini.com, AMURANG-Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menolak segala bentuk radikalisme, terutama radikalisme yang mengatasnamakan agama.

Ketua MUI Minsel Haji Ishak Ahmad mengatakan, menolak keras radikalismes dengan mengatasnamakan agama islam. menurut dirinya segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan dakwah dengan cara kekerasan bukan ciri Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam dan bahkan bertentangan dengan ajaran agama apa pun,” tegas Ahmad.

Dia menambahkan, dalam berdakwah agama Islam selalu mengutamakan nilai-nilai kesantunan sesuai ajaran Alquran. Oleh sebab itu, Ahmad mengajak seluruh umat Indonesia maupun Sulawesi Utara (Sulut) termasuk umat muslim yang ada di Minsel untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan mengatasnamakan agama.

“Gerakan radikalisme sudah sedemikian merajalelanya. Diperlukan penanganan khusus yang intensif dari berbagai pihak, utamanya ulama dan pemimpin untuk bersatu padu melawan gerakan radikalisme,” tukasnya.

Untuk itu, Dia juga menghimbau agar masyarakat Minsel tidak terpancing dengan upaya-upaya provokasi dari berbagai kelompok terkait dengan aksi radikalisme.

“Aksi radikalisme sudah meresahkan umat Indonesia terutama umat Islam yang ada di Minsel, mari kita menolak terhadap aksi teror dan kekerasan yang dilakukan yang mengatasnamakan agama Islam,” tandasnya.(dav)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*