Selasa, 12 November 2019

Digagas Beppeda, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Manado 2016 Gelar Rakorev

manadomanadoterkini.com, MANADO – Sebagai upaya mendukung Pemerintah Pusat dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan daerah, Pemerintah Kota Manado (Pemkot Manado) pada Kamis (17/11/2016) mengadakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Manado Tahun 2016 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Manado.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Manado, Peter K. B. Assa, Ph.D (Kaban Assa) yang mewakili Wakil Walikota Manado, Mor D. Bastiaan, SE. Dalam sambutannya Kaban Assa sangat mengapresiasi kehadiran dari seluruh undangan untuk membahas program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di Kota Manado.

“Saya mewakili Wakil Walikota Manado mengucapkan permohonan maaf dan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh undangan baik undangan dari bulog, departemen agama, BPS, Bappeda Provinsi dan tentunya teman-teman Tim TKPK yang bersedia menyediakan waktu untuk kita membicarakan hal-hal terkait evaluasi pencapaian target-target yang direncanakan dalam tahun-tahun sebelumnya untuk melaksanakan program-program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan Kota Manado dan rencana-rencana kedepan untuk kita menurunkan angka kemiskinan di Kota Manado,” urai Kaban Assa.

“Saat ini angka kemiskinan Kota Manado berdasarkan data BPS tahun 2015 berada pada angka 4,8%, yang mana berdasarkan RPJMD Kota Manado yang baru disahkan kita menargetkan turun sekitar 1,8% menjadi sekitar 3% sampai tahun 2021. Mudah-mudahan apa yang tertuang dalam RPJMD tentang target angka penurunan kemiskinan bisa kita capai salah satunya dengan rapat-rapat koordinasi seperti ini yang ditindaklanjuti dengan implementasi yang nyata dari seluruh SKPD dan jajarannya sesuai tupoksi masing-masing SKPD,” lanjut Kaban Assa.

Kaban Assa menambahkan bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Kota Manado yaitu lemahnya akurasi dan validitas data SKPD-SKPD di Kota Manado, termasuk data yang berhunbungan dengan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan.

“Karena itu dalam RPJMD 2016-2021 ini salah satu program penting yang kita prioritaskan yaitu pendataan. Kami minggu lalu baru saja melaunching Sistem Informasi Perencanaan (SIPD) yang kami beri nama e-DevPlan tujuannya yaitu untuk menampung data-data dari seluruh resource-resource SKPD secara tepat waktu, konsisten, dan sinkron dengan sumber-sumber data sehingga SKPD dapat menginput data setiap saat,” jelas Assa.(ald/bappeda)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*