Minggu, 20 Oktober 2019

Kehadiran Tokoh Senior Sabam Sirait Di Acara Haul Gus Dur Menarik Perhatian Jamaah

marwar siraitmanadoterkini.com, JAKARTA – Kehadiran tokoh politik senior Sabam Sirait dalam acara haul KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menarik perhatian banyak pihak. Apalagi Sabam selama ini dikenal sebagai tokoh nasionalis dan negarawan yang dikenal baik dan berkenalan baik dengan tokoh lintas agama, partai dan sektoral.

Saat tiba di halaman kediaman Gus Dur di Ciganjur yang diubah menjadi panggung, Jumat malam (24/12), Sabam langsung disambut oleh puteri tertua Gus Dur, Yenny Wahid dengan sangat ramah. Pun demikian dengan istri almrahum Gus Dur, Sinta Nuriyah. Nampak keduanya berbincang akrab.

Bahkan, kehadiran Sabam juga menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Jokowi, dengan sangat rendah hati juga dan penuh akhlak, menyalami Sabam yang datang belakangan. Hal yang sama juga dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama yang datang mendatangi Sabam, dan menyalaminya.

Dalam testimoninya, Sabam mengatakan ada banyak sisi dari sosok seorang KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal luas dengan panggilan Gus Dur. Sebagai pemimpin, Gus Dur adalah sosok yang sangat sederhanaa. Gus Dur menjadi teladan dalam kesederhaaan.

“Bahkan, setelah meninggal pun, Gus Dur adalah seorang yang sederhana. Saat saya berkunjung ke Jombang, makam Gus Dur, juga ayah dan kakeknya sangat sederhana,” kata Sabam Sirait.

Pendiri PDI Peejuangan ini mengaku sangat dekat dengan Gus Dur. Bahkan ia seringkali berbincang berdua membicarakan persoalan-persoalan bangsa. Perbincangan dan diskusi sebagai sahabat karib ini sering terjadi di rumah Gus Dur atau di Kantor PBNU.

Di mata Sabam, Gus Dur adalah pemimpin yang mencintai bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gus Dur tak pernah membedakan antara satu daerah dengan daerah yang lain; ia mencintai tanah Aceh yang mayoritas muslim sebagaimana juga ia mencintai tanah Papua yang meyoritas beragama kristen.

“Kita butuh sosok yang mencintai Indonesia setiap jengkal tanah yang ada di Indonesia, bukan hanya satu wilayah saja. Gus Dur mengajarkan itu semua pada kita,” ungkap Sabam, dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Menurut Sabam, banyak hal yang bisa dicontoh dari Gus Dur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Gus Dur misalnya, tidak pernah membedakan dan memperlakukan orang karena perbedaan ekonomi atau sekat-sekat perimordial apapaun. Singkat kata, Gus Dur adalah sosok pluralis sejati dan sangat anti pada setiap diskriminasi.

Gus Dur juga adalah sosok yang haus dengan ilmu pengetahuan. Dia tidak hanya belajar ilmu agama. Akan tetapi belajar ilmu-ilmu lainnya untuk kebaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka itu saya berharap agar generasi bangsa ini mencontoh Gus Dur menjadi generasi yang cinta ilmu,” demikian Sabam.

Acara ini selain dihadiri Jokowi dan Sabam, juga dihadiri para sahabat Gus Dur yang memberi testimoni seperti Putu Wijaya. Hadir juga Ketua PBNU said Aqil Siradj, Habib Jakfar al-Kaff, serta tiga calon gubernur DKI Jakarta seperti Agus Yudhoyono, Basuki Thahaja Purnama dan Anies Baswedan. Acara ini dihadiri sekitar 10 ribu jama’ah. (Aldy/YS)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*