Selasa, 17 Juli 2018

Perayaan Natal di DPR Sekaligus Ditandai Pembangunan Gedung Gereja Parlemen

natalmanadoterkini.com, JAKARTA- Momen perayaan Natal MPR/DPR/DPD RI yang dilaksanakan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (27/1) sekaligus ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Parlemen.

Ketua P‎anitia Perayaan Natal, Maruarar Sirait, pembangunan gereja itu merupakan wujud Keindonesiaan yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama.

“‎Sebagai Negara Pancasila, demokrasi dan hukum, semua punya hak sama. Kita juga akan berjuang agar nanti dibangun juga gedung pura, vihara,” kata Maruarar Sirait, Anggota DPR dari Fraksi PDIP, saat memberi sambutan sebelum perayaan natal.

“Ini yang membuktikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa.”

Sekretaris Panitia Natal, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan bahwa peletakan batu pertama itu takkan mungkin terjadi tanpa kerjasama dan doa dari banyak pihak. “Terima kasih buat semuanya.”

Aryo yang merupakan Anggota Fraksi Partai Gerindra juga mengaku bahwa sebenarnya pimpinan partainya memerintahkan untuk menghadiri Debat Kandidat Gubernur Jakarta, yang waktunya bersamaan. Namun, Aryo mengaku memilih datang ke acara perayaan Natal.

“Sebenarnya kami diperintahkan partai untuk ikut acara debat, tapi kami percaya Yesus Kristus Juru Selamat kami. Debat cagub itu pekerjaan lima tahun, kitai di sini mencari hidup kekal selama-lamanya,” kata Aryo yang diikuti tepuk tangan para peserta acara.

Di acara Natal ini, hadir ribuan peserta. Kotbah Natal diberikan oleh Pendeta Stephen Tong. Sementara Romo Benny Susetyo menyampaikan Doa Syafaat. Sejumlah anggota dewan dan tokoh penting nasional hadir di acara‎ itu. Acara ini juga dihadiri Ketua MPR Zulkilfi Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Tito Karnavian. Tokoh nasional juga hadir seperti Sabam Sirait, EE Mangindaan, Trimedya Panjaitan, dan Markus Nari.

Dalam kesempatan ini, Maruarar juga mengatakan Pancasila merupakan kado terindah umat Islam untuk Indonesia. Umat Islam yang mayoritas mau menerima Pancasila sebagai dasar negara.

“Kita lihat ada Pak Gatot dan Pak Tito. Ini juga menunjukkan TNI dan Polri bersatu dan bergabung menjaga Pancasila dan NKRI,” ungkap Maruarar. (Aldi/YS)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*