Minggu, 22 September 2019

Persoalan Elpiji 3 Kg Tak Kunjung Selesai, Mayarakat Minta Perhatian Pemerintah

manumpil

Kepala Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) Frangky Manumpil

manadoterkini.com, SULUT - Gas elpigi 3 kg sudah menjadi kebutuhan pokok rumah tangga masyarakat ekonomi bawah, namun persoalan kelangkaan, serta tingginya harga pasaran menjadi masalah klasik yang sampai hari ini menjadi fenomena yang belum kunjung terpecahkan bahkan tergolong jauh dari selasai.

Fenomena yang sering menimpa masyarakat Sulut ini, menuai keluhan masyarakat. “Ini so sering terjadi. Lengkali mo cari pe stenga mati, sementara di rumah so perlu skali. Ato kalau ada depe harga so sampe Rp 30 ribu, bagimana le ini, ” ungkap Rico dan Pitoy warga Malalayang Dua, sembari dirinya meminta perhatian pemerintah.

Menanggapi akan hal ini, Kepala Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) Frangky Manumpil kepada manadoterkini.com, untuk kelangakaan gas elpiji 3 kg yang terjadi dua pekan terakhir ini, disebapkan kapal pengangkut yang menyalurkan gas ke Sulut pada 2 minggu lalu, singga ke Jawa Timur.

“Informasi dari pertanina, kapal pengangkut gas elpiji, dua minggu lalu singga ke Surabaya, ” ungkapnya.

Namun, gangguan akibat keterlambatan kapal ini sudah diupayakan. “Sekarang kapalnya sudah ada di Bitung, dan sudah beberapa hari melakukan penyaluran ke Kabupaten/Kota, ” ujar Manumpil.

Akan kejadian seperti ini, Manumpil mengatakan akan berkordinasi dengan pihak terkait, agar tempat yang sampai saat ini belum mendapatkan penyalurannya, segera dijangkau. “Sehingga kebutuhan masyarakat dipenuhi, “pungkasnya.(alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*