Sabtu, 14 Desember 2019

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wabup Minsel, Pembangunan Infrastruktur Terus Ditingkatkan

manadoterkini.com, AMURANG-Tanggal 17 Februari 2017, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) genap satu tahun di bawah kepemimpinan Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dan wakilnya, Franky Donny Wongkar SH. Sejak dilantik 17 Februari 2016 lalu, berbagai harapan dan keinginan masyarakat di Minsel tertumpang kepada Christiany Eugenia Paruntu SE, sosok Cerdas Energik dan Profesional (CEP) ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Bupati Minsel periode 2010 – 2015.

minselDalam rentang waktu satu tahun memimpin, cukup banyak kisah suka duka dari Bupati terpilih dua periode ini. Meski demikian, Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini mengakui belum semua harapan dan keinginan masyarakat yang bisa dipenuhinya. Namun, apa yang belum tercapai akan terus diperjuangkan dia bersama wakil bupati hingga sisa empat tahun pengabdiannya di Minsel.

minselMeski banyak dihujani kritik saat kebijakannya dianggap tidak populer di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat, Tetty tetap yakin apa yang dilakukannya akan membawa perubahan dalam sistem birokrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

IMG-20170217-WA0002Salah satu kebijakan yang cukup menyorot perhatian masyarakat adalah kegiatan mutasi ASN. Berbagai tudingan miring dan prasangka tidak baik dialamatkan kepadanya. Apalagi, kebijakan itu membuat ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD harus dipangkas, termasuk juga honorarium yang sudah menjadi tradisi di kalangan ASN.

“Sangat banyak permintaan dari warga yang menginginkan Minsel dibangun dengan APBD saat saya masih menjadi calon bupati maupun saat kampanye. Dengan persetujuan DPRD dan berbagai pertimbangan, kita memutuskan untuk membangun Minsel yang telah sekian tahun terbengkalai dengan anggaran daerah. Puji Tuhan, saat ini proses pengerjaannya telah dilakukan dan ditargetkan siap pada tahun 2017 ini,” kata Tetty.

Terkait berbagai program yang dilaksanakannya selama satu tahun kepemimpinannya di Minsel, Bupati mengaku apa yang telah dilakukannya selama satu tahun itu belum lah maksimal dan akan dituntaskannya selama empat tahun sisa kepemimpinannya.

“Saat ini, pemerintahan telah berjalan dengan baik, pembangunan infrastruktur juga terus kita tingkatkan. Selain pembangunan Pasar rakyat yang menjadi harapan seluruh masyarakat, kita juga tengah melakukan pembangunan┬ájalan, seperti Boulevard disepanjang bibir pantai Amurang, serta proses pembangunan sejumlah fasilitas umum yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minsel,” tukasnya.

Dia juga menyampaikan, berbagai program pembangunan di bidang perekonomian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata itu merupakan pekerjaan prioritas yang harus segera dirampungkan. Sehingga, jelang masa tugasnya sebagai Bupati berakhir, Bupati bisa mewujudkankan mimpinya menjadikan Minsel yang aman, damai dan sejahtera.

Terkait mutasi yang dilakukan terhadap kepala SKPD dan ASN di lingkungan Pemkab Minsel pada akhir Desember 2016 lalu, menurutnya hal itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ASN bersangkutan.

minsel“Jika memang mereka tidak mampu ditugaskan di bidang tertentu, tentu akan diganti dengan yang mampu,” jelasnya.

Menurutnya, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat merupakan harga mati. Tidak saatnya lagi pejabat yang dilayani masyarakat. Pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat akan maksimal jika pejabat yang berwenang bisa melayani dengan sepenuh hati.

“Kita juga mohonkan doa dan dukungan masyarakat dalam empat tahun kedepan, berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dapat dituntaskan dan bisa membawa perubahan terhadap Kabupaten kita. Apalagi, pembangunan Minsel saat ini jauh tertinggal bila dibandingkan denganKabupaten/kota lain yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) maupun secara nasional,” tukasnya.

Selain terus memacu ketertinggalan di bidang infrastruktur, Bupati juga terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggulirkan berbagai bantuan dan program keahlian bagi pelaku UMKM dan masyarakat dengan kategori miskin.
Meskipun terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kinerja Bupati dan Wakil Bupati serta jajarannya juga tidak bosan-bosan diganjar berbagai penghargaan baik ditingkat Sulut maupun ditingkat Nasional.

Seperti penghargaan Kartini Award atau tokoh indonesia 2016 yang diterima bupati dari yayasan penghargaan indonesia di bali pada 22 April 2016, penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Sulawesi Utara dari Menkopolhukam di Minut pada 19 April 2016, Kepala Derah Inovatif diterima di Bandung pada 11 Agustus 2016 dan penghargaan sebagai Kabupaten peduli HAM yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM pada 8 Desember 2016 di Surabaya.(dav)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*