Sabtu, 14 Desember 2019

Jabes Eza Gaghana Pemimpin Rendah Hati dan Merakyat Ditanah Tampunganglou

 

Catatan: Elkana Lengkong/Wartawan Pengamat Politik

jabesBUKAN sesuatu yang mengejutkan bagi sebahagian besar warga Kabupaten Sangihe yang juga disebut tanah Tampunganglou jika figure merakyat yang rendah hati dan politisi handal Jabes Ezar Gaghana berpasangan dengan Hermud Hontong ungguli sementara hasil Pilkada Kabupaten Sangihe dilaksanakan Rabu 15 Februri 2017 dari pasangan Makagansa-Silangen. Sejak awal Pilkada Kabupaten Sangihe dimulai Rabu 15 Februari 2017 saya sudah optimis calon Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Sulawesi Utara diusung Partai Golkar Jabes-Helmud akan ungguli Pilkada dinegeri ini.

Secara pribadi justru saya berpendapat bukan siapa dan sebesar apa partai pendukung, namun saya lebih cenderung melihat sosok figurnya seperti Jabes Ezar Gaghana seorang politisi senior asal negeri Tampunganglao yang lahir sebagai politisi handal karena merakyat serta rendah hati dan didukung serta dibesarkan oleh rakyat di Bumi Nusa Utara. Itu terlihat mantan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Provinsi NusaTenggara Barat (NTB) ini diminta untuk kembali ke tanah leluhurnya oleh sebahagian besar warga Sangihe mereka ingin Jabes Ezar Gaghana untuk menjadi pemimpin ditanah leluhurnya ini.
Kita lihat awal menjabat Bupati Sangihe Hironimus Rompas Makagansa harus berpasangan dengan Jabes Ezar Gaghana sebagai politisi handal yang memiliki basis dukungan rakyat cukup besar bisa terpilih dalam Pilkada sebelumnya.

Dengan dilepaskan bahkan digesernya posis Jabes Ezar Gaghana untuk mencapai tujuan politik bahkan kebijakan partai untuk memecat Jabes Ezar Gaghana dari PDIP, tidak menyurutkan dukungan rakyat buat mantan Ketua DPC PDIP Sangihe ini dan itu terbukti dalam Pilkada Kabupaten Sangihe 2017 figur Jabes Ezar Gaghana memperoleh simpatisan dan dukungan tak hanya sebatas partai tapi sebahagian besar rakyat di Kabupaten Sangihe menyatu mewujudkan Jabes Ezar Gaghana kepuncak kepemimpinan di Kabupaten Sangihe.

“Saya ini tadinya pengusaha kontraktor listrik dan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Provinsi NTB. Karena keluarga saya ini memang di Mataram NTB, dan suatu saat saya berkunjung ke Sangihe sebagai tanah leluhur saya, sebahagian keluarga bahkan warga Sangiher itu minta saya pulang kampung untuk dijadikan pemimpin, saat itu saya sebagai orang percaya berdoa minta pernyataan Tuhan agar saya kembali ke kampung halaman Sangihe benar-benar tepat tujuannya untuk bisa mengabdi dan itu benar seperti apa yang saya lakukan saat ini” kata Jabes Ezar Gaghana saat bertemu saya dalam suatu acara di MCC Kota Manado beberapa waktu silam.

Dan itu teruji saat Pilkada Bupati Sangihe pasca Elly Lasut ini mendampingi Winsu Salindeho diusung Partai Golkar dan PDIP ini sebagai Wakil Bupati terpilih meraih kemenangan. Dan saat itu Jabes Gaghana Ketua DPC PDI-P Sangihe ini dengan setia mendampingi Bupati Winsu Salindeho yang terakhir dicopot karena dugaan tindak pidana korupsi dan Jabes Gaghana sebagai Wakil Bupati yang melanjutkan jabatan Bupati hingga akhir masa jabatan.

Sebagai politisi yang memiliki pendukung yang banyak, dan juga sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Sangihe tidak membuat Jabes Ezar Gaghana membusungkan dada. Itu terlihat ketika PDIP mencalonkan Hironimus Rompas Makagansa untuk ikut Pilkada Bupati Sangihe dan meminta Jabes Ezar Gaghana selaku Ketua DPC PDIP mendampingi sebagai Wakil Bupati, dengan rendah hati dirinya mengaminkan keputusan partainya dan terbukti pasangan diusung PDIP ini menangkan Pilkada Sangihe.

Tapi saya melihat partai dimana Jabes Ezar Gaghana dipercayakan sebagai Ketua DPC, sepertinya tidak bisa membaca perjalanan politik figur kader yang telahcukup berperan membesarkan partainya dibumi Nusa Utara ini memiliki potensi besar untuk tetap menjaga eksitensi partai.

Kali ini Jabes Ezar Gaghana ibarat kapal putar haluan dan betindak tegas saat Pilkada Kabupaten Sangihe tahun 2017 karena partai yang tempat dirinya menyalurkan sikap politik bahkan ikut dibesarkannya tidak lagi mencalonkan dirinya baik sebagai Bupati maupun Wakil Bupati. Dirinya yakin figure sebagai politisi lahir karena rakyat menghendaki dan yakin sebagai penganut Kristiani jika Tuhan berkehendak taka da yang bisa menutupi jalan, Ketua DPC PDIP Sangihe ini idak perduli dengan adanya sanksi pecat dari partai PDIP bagi kader yang membelot ke partai lain.

Dan benar Jabes Ezar Gaghana membuktikan bahwa sudah saatnya dirinya mewujudkan permintaan rakyat Kabupaten Sangihe yang memintanya pulang kampung untuk menjadi pemimpin dinegeri leluhurnya. Mantan Ketua DPC PDIP Sangihe ini yakin jika partai hanyalah sebagai kendaraan politik untuk dirinya mencapai tujuan. Namun yang lebih menentukan sebagai umat Kristiani yang yakin ada penyertaan Tuhan dan juga saat ini dirinya akan peroleh mandat rakyat.

Karena itu bagi dirinya keputusan yang tepat berpindah hak politiknya ke partai Golkar sekaligus untuk mendaftarkan dirinya ikut Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sangihe tahu 2017 bersama pasangan calon Wakil Bupati Helmud Hontong yang setelah itu ditetapkan KPUD Kabupaten Sangihe sebagai pasangan calon dengan nomor urut 2. Dan memang benar figur Jabes Ezar Gaghana kembali teruji dalam pelaksanaan Pilkada 2017 tanggal 15 Februari 2017 pasangan calon ini unggul telak sementara memenangkan Pilkada Bupati Sangihe dari lawan politik pasangan calon nomor urut 1 yang diusung PDIP Hironimus Rompas Makagansa dan Fransiscus Silangen dengan perbedaan jumlah suara signifikan sekitar 10.000 suara.

Dalam proses hitung cepat (quick count) Pilkada Kabupaten Sangihe, yang diungguli pasangan calon Jabes Ezar Gaghana dan Helmud Hontong bagi sebahagian besar masyarakat Sangihe bukanlah suatu mengejutkan. Karena masyarakat Sangihe tahu persis jika pasangan calon Jabes Gaghana dan Helmud Hontong yang mereka usung akan ungguli Pilkada di bumi Tampunganglao ini.

Sesuai catatan data perhitungan sementara Megahagho Media Center, hingga Rabu (15/2/2017) pukul 21.50 Wita, jumlah suara yang masuk sekitar 70 ribu suara, dan Megahagho mencapai 38.001 suara (47%) sementara MaSi mencapai 28.092 suara (34%).

Jumlah ini tak berbeda prosentase perolehan suara Pilkada Sangihe dari desk Pilkada Pemprov Sulut, tercatat pasangan Megahagho unggul 54,87% suara, sedangkan MaSi mencapai 45,13% suara. Berdasarkan jadwal KPUD Kabupaten Sangihe proses rekapitulasi suara dijadwalkan tanggal 16-27 Februari 2017.(***)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*