Selasa, 17 Oktober 2017

Komudo Retak, Ketua Panitia Musdalub 2017 Undur Diri

Yosadi : Saya Harap Kita Tetap Berteman

Yosadi

Sofyan Jimmy Yosadi SH

manadoterkini.com, MANADO - Ketua Panitia Musyarawah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Komunitas Musik Manado (Komudo) Sofyan Jimmy Yosadi SH, Kamis (30/03) kemarin sore saat rapat terakhir persiapan Musdalub di Rumah Kopi Haus jalan tikala ares kota Manado. Menyatakan sikap tegas mengundurkan diri dari jabatannya, diikuti beberapa pengurus dan anggota dalam komunitas tersebut.

Hal itu disampaikan Yosadi kepada manadoterkini.com usai rapat. Menurutnya keretakan yang terjadi akibat adanya kesimpang siuran dan kurangnya transparansi dari para pengurus lain. “Hari ini, saya sebagai ketua panitia Musdalub dipilih teman-teman Komudo pada tanggal 21 Februari 2017 lalu, menyatakan mengundurkan diri dari jabatan saya dan juga dari kepengurusan Komudo, dikarenakan adanya dinamika pelik dan tidak bisa saya toleransi dari organisasi yang berdiri sejak tahun 2010 lalu,” terangnya.

Dikutip dari surat pernyataan pengunduran dirinya tertanggal 30 Maret 2017, Yosadi membeberkan beberapa hal terkait sikap yang dia ambil. Diantaranya, ada kampanye negatif menjurus ke fitnah dan pencemaran nama baik serta ancaman di group WhatsApp (WA) panitia yang menyerang dirinya.

“Saya merasa dibodohi dan kerja sebagai ketua panitia terpilih sia-sia karena dibelakang saya ternyata “mereka”, membuat suatu gerakan apalagi mengatas namakan panitia inti menggelar rapat diluar kelaziman serta etika suatu organisasi dan akhirnya mengeluarkan Akte Notaris berbadan hukum kemudian di foto dan dibagikan ke group WA panitia, sedangkan sejak lama saya telah memegang AD & ART yang diserahkan pengurus lama, dan isinya sangat berlainan dengan isi Akta yang menyebutkan tidak adanya satu klausulpun menyebutkan Musda atau Musdalub melainkan Kongres,” urai Yosadi diketahui sebagai Ketua Biro Hukum Komudo.

Dia juga mulai yakin dengan gerak-gerik mencurigakan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan “Panitia Inti atau Pengurus lama” yang masih sah dan legal dalam pengambilan suatu keputusan, hingga merubah postingan di media sosial facebook Musdalub menjadi Kongres luar biasa, padahal menurut akta notaris pada pasal 6 menyebutkan bahwa masa kepengurusan adalah empat tahun, sehingga menurut akta otentik kepengurusan komudo masa bakti 2010-2014 telah berakhir dan kadaluarsa apalagi kepengurusan itu tidak pernah ada pertanggungjawaban.

Dibalik itu, Yosadi berharap diluar dinamika kepengurusan suatu organisasi. Jalinan persahabatan dan saling tegur sapa tetap terjaga tanpa memandang keretakan yang terjadi di Komudo “meskipun adanya perpecahan dalam kepengurusan Komudo, saya berharap itu tidak merenggangkan jalinan pertemanan semua anggota baik pengurus dan juga anggota yang selama ini tercipta, saya harap kita tetap berteman. Karena saya juga sempat merasakan lika-liku dunia entertainment kurang lebih selama 10 tahun sebelum menjadi seorang pengacara dan saya sangat mengerti dengan aktifitas dan jatuh bangun di dunia hiburan,” tutupnya.(Pra)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*