Selasa, 21 November 2017

OD-SK Larut Dalam Kemeriahan Hari Lahir Bung Karno di Blitar

manadoterkini.com, SULUT - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Senin (05/06/2017) malam, menghadiri puncak peringatan hari lahirnya Presiden Pertama Republik Indonesia (RI), Ir Soekarno dan hari lahirnya Idiologi Pancasila, yang dilaksanakan di makam Ir Soekarno di Sananwetan Kota Blitar, Jawa Timur.

Blitar Peringatan yang dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, berlangsung khusyuk dan juga meriah. Karena pada peringatan tersebut, para peziara melakukan Sholat Bersama, mengikuti Tauziah juga melakukan Tahlilan di depan Makam Tokoh yang disebut ‘Sang Putra Fajar,’ yang dipimpin Ketua Umum PB NU KH Prof Said Aqil Siraj.

Bersama keluarga Megawati Soekarno Putri, para peziarah yang turut hadir, para anggota Menteri Kabinet,  Struktural DPP PDI-P, Para Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dari PDI-P serta ketua-ketua DPD PDI-P, termasuk didalamnya Istri Gubernur Olly, Ketua TP PKK Sulut, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan.Blitar

Ketua PB NU, KH Prof Said Agil Siraj, dalam Tauziah atau ceramahnya, menyatakan bahwa Mendiang Bung Karno adalah sosok seorang yang Nasionalis-Religius, sehingga sampai saat ini menjadi Inspirasi bagi Kaum Nasionalis dalam memberi peran bagi kemajuan Bangsa.

Lebih jauh KH Said mengajak segenap Umat Muslimin dan Muslimat untuk tetap menjalankan perintah sesuai ajaran-Nya dan dapat menjadi pelopor dalam persatuan bangsa ditengah kondisi bangsa dan negara yang sedang mengalami goncangan dan ancaman Intoleransi dan disintegrasi bangsa.Blitar

Selanjutnya, dalam sambutan Presiden RI Ke-5 yang juga selaku Ketua Umum PDI-P, DR (HC) Hj Ibu Megawati Soekarno Putri mengatakan, sebagai salah satu anak kandung dan anak idiologis ‘Sang Penyambung Lidah Rakyat, Foundhing Father Bangsa Indonesia, Bung Karno,’ dengan  semangat untuk terus kobarkan spirit nasionalisme dan persatuan dengan mengibar-ibarkan bendera Merah Putih di Pendopo.

Mengawati juga mengatakan agenda peringatan dilakukan malam hari untuk menghormati ibadah puasa dan tarawih serta supaya acara berlangsung lebih hikmat untuk mengenang perjuangan Bung Karno serta para pendiri bangsa termasuk tokoh dari NU dan Muhammadiyah pada waktu itu bisa berjuang bersama, maka dipilih waktunya malam.Blitar

Megawati menyampaikan saat ini ada keprihatinan karena banyak yang lupa sejarah sebelum merdeka ataupun setelah merdeka.

“Hari-hari ini ada sebagian bangsa Indonesia yang tidak memperbesar cara pandang berpikirnya justru mempersempit. Sepertinya hanya satu kelompok yang mempunyai tanah air tercinta ini,” ujar Megawati sebagai mana dikutip Kabag Humas Pemprov Sulut Roy RL Saroinsong SH di saat bersama  menghadiri acara dimaksud.
Blitar
Karena itu, Dia meminta semua pihak untuk bercermin kepada situasi yang dialami sejumlah negara di Timur Tengah yang mengalami kekacauan.

Dipenghujung acara, Megawati menyerahkan lukisan Bung Karno kepada Kyai Said Agil Siraj dan penyanyi cilik lagu Perjuangan Shannon.(alfa)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*