Rabu, 22 November 2017

Wooww!!! 12 Wilayah GMIM Rayon Minsel Nyatakan Rayakan Pengucapan Syukur Pada Tanggal 9 Juli

manadoterkini.com, AMURANG-Sesuai rapat yang dilakukan oleh Forum Ketukunan Umat Beragama (FKUB), BKSAUA, bersama Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) yang memutuskan bahwa tanggal 16 Juli 2017 merupakan hari pengucapan Syukur (PS) Minsel.

Meskipun begitu, rupanya dari 16 wilayah GMIM rayon Minsel ada 12 wilayah GMIM yang ada di rayon Minsel tidak akan melaksanakan pengucapan pada tanggal 16. Dan 12 wilayah ini telah bersepakat akan melaksanakan pengucapan pada tanggal 9 Juli atau minggu kedua bulan Juli,

“Kami telah bersepakat akan melaksanakan Pengucapan pada Minggu kedua bulan Juli, atau tanggal 9 Juli, hal ini kami lakukan karena sesuai tradisi pengucapan itu dilakukan minggu kedua bulan juli, dan bukan minggu ketiga,” ujar ke- 12 Pendeta GMIM saat mengikuti seminar PI di Gereja Sentrum Amurang pada Sabtu (16/6) kemarin.

Menurut mereka, Momen tahunan ini akan mereka rayakan pada tanggal 9 Juli dan bukan 16 Juli.
“Sesuai hasil rapat dan sidang majelis beberapa waktu lalu, untuk pengucapan Syukur Minsel akan dilaksanakan pada tanggal 9Juli mendatang, dan itu sudah kita sebarkan kepada jemaat dimasing-masing gereja yang ada di Minsel,” ujarnya.

Hanya saja, dari hasil rapat yang dilakukan oleh pihak FKUB dan lintas agama bersama Pemkab Minsel pekan lalu, mereka putuskan tanggal 16 dan bukan tanggal 9.

“Seharusnya Pemkab Minsel dan para Pdt yang hadir pada rapat tersebut harus berkordinasi dengan kami sebagai pimpinan wilayah, sebab inikan pengucapan jemaat dan bukan pengucapan mereka, lihat saja, sebelum mereka rapat, kami sudah lebih dulu putuskan dan itu di putuskan pada sidang majelis, bahwa pengucapan syukur tanggal 9, jadi kami dari 12 wilayah GMIM rayon Minsel telah bersepakat akan mengelar pengucapan pada tanggal 9 Juli, dan jika ada yang akan rayakan pada tanggal 16, itu mereka saja,” kata mereka lagi.

Inti dari perayaan pengucapan syukur, lanjutnya, sebagai momentum ucapan syukur terhadap segala berkat Tuhan yang terus dirasakan setiap jemaat, baik dalam aktifitas berkeluarga, berjemaat maupun bermasyarakat.

“Perlu ditekankan, pengucapan syukur bukan berarti harus berpesta pora. Melainkan dapat merayakannya dengan makna iman yang sesungguhnya dalam mengucap syukur kepada Tuhan,” ujar mereka lagi

Sementara itu beberapa jemaat menyebutkan, perayaan pengucapan syukur seperti ini sudah menjadi bagian dari tradisi warga jemaat di Minsel. Ada yang memang mengakui tidak akan merayakan dengan pesta pora atau kemewahan. Namun tak jarang pula ada yang mengaku akan merayakan hajatan ini dengan makan bersama sanak keluarga maupun kenalan yang akan datang berkunjung. Yang didalamnya turut menyajikan kue khas pengucapan syukur Minsel berupa nasi jahe dan kue dodol.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*