Sabtu, 16 Desember 2017

Penodongan dan Perampokan Kemabli Terjadi di Kota Manado

manadomanadoterkini.com, MANADO - Kinerja pihak kepolisian ditantang untuk mengungkap serta menangkap para pelaku penodongan disertai perampokan yang selama ini mengintai kaum perempuan. Pasalnya, aksi perampokan disertai penodongan menggunakan senjata tajam kembali meminta korban. Hal ini dialami oleh perempuan bernama Esther Ruitan (29), warga Kelurahan Wenang Utara, Lingkungan VI, Kecamatan Wenang.

Dirinya ditodong pakai pisau oleh kedua pria yang tidak dikenalinya, dan berhasil menggasak Handphone Samsung J7 milik korban. Peristiwa itu terjadi tepat di depan Klenteng Kombos, Rabu (19/7) malam, sekira pukul 21.00 Wita.

Menurut laporan korban yang dirangkum di Mapolresta Manado, mengungkapkan. Malam itu wanita yang bekerja sebagai karyawan swasta salah satu perusahan, menggunakan sepeda motor metik dengan maksud pulang ke rumah setelah selesai beraktifitas seharian.

Ditengah perjalan, tiba-tiba Handphone korban berdering karena ada panggilan telepon yang masuk. Tidak menaru curiga, perempuan ini langsung menepihkan kendaraanya tepat di depan Klenteng Kombos, dan langsung menjawab telepon tersebut. Usai menggunakan Handphone tersebut, korban langsung meletakan kembali di dalam tas.

Sialnya, baru saja dirinya menghidupkan sepeda motor, tiba- tiba muncul sepeda motor yang ditumpangi oleh kedua pria misterius. Lelaki yang dibonceng langsung turun dan menodongkan pisau dibagian perut korban sambil meminta untuk menyerahkan Handphone milik korban. Takut akan beresiko lebih fatal, korban langsung menyerahkan barang tersebut, lalu kedua bandit itu langsung tancap gas.

Saat itu juga korban langsung mendatangi Mapolresta Manado, untuk melaporkan kasus tersebut. Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan penodongan disertai perampokan itu. “Laporan sudah diterima, sementara pelaku masih dalam penyekidikan,” singkat Sahelangi.(Pra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*